Azan Berkumandang, Jokowi Hentikan Pidatonya Sejenak di HUT PDIP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peringatan ulang tahun ke46 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2018. Ketika memberikan sambutan, Jokowi sempat menghentikan pidatonya.

    Baru saja menyapa para tamu VVIP yang hadir setelah menyebut nama wakil presiden kesembilan Hamzah Haz, Jokowi tiba-tiba terdiam sekitar tiga menit. Pidato Jokowi berjeda karena pada saat itu terdengar kumandang azan zuhur. Waktu menunjukkan pukul 12.02.

    Baca: Jenguk Arifin Ilham, Jokowi: Kami Mendoakan ...

    Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan PDIP bersyukur memiliki ketua umum seperti Megawati. "Figur yang berkeyakinan ideologi sangat kuat, berkeyakinan politik kuat, berkeyakinan Pancasila sangat, sangat, sangat, sangat, sangat kuat," kata Jokowi.

    Menurut Jokowi, Megawati selalu menginspirasi bangsa Indonesia. Ia menilai banyak pikiran, ucapan, dan tindakan Megawati yang membekas di dalam diri banyak kader PDIP. "Keberaniannya, ketulusan, konsistensinya jadi teladan bagi kita para kader PDIP."

    Baca: Selain Tina Talisa, 9 Tokoh Poles Jokowi - Ma'ruf ...

    Kepada para kader PDIP, Jokowi berpesan agar senantiasa menjaga persatuan bangsa demi memajukan Indonesia.

    "Aset terbesar bangsa ini adalah persaudaraan, persatuan, oleh sebab itu tidak boleh berhenti bergerak, harus gotong royong membumikan Pancasila, gotong royong untuk gerak sama-sama menjadikan Indonesia adil, makmur, dan sejahtera," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.