Polri Pastikan Bom di Rumah Ketua KPK adalah Bom Palsu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif setelah diserang dengan bom molotov di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif setelah diserang dengan bom molotov di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -  Polri pastikan benda mencurigakan yang tergantung di pagar rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo kemarin, 9 Januari 2019, adalah bom palsu. "Konfirm itu fake bomb," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 10 Januari 2019.

    Bom palsu di dalam kantung plastik hitam yang disangkutkan di pagar rumah Agus dirakit menggunakan pipa PVC, detonator, sikring, kabel kuning, biru dan orange. Selain itu, terdapat paku berukuran 7 sentimeter, serbuk yang diduga semen putih dan baterai Panasonic Neo 9 Voll berbentuk kotak. “Tetapi tidak merupakan satu rangkaian yang selayaknya bom,” ujar Iqbal.

    Baca: Polisi Benarkan Teror Bom di Rumah 2 ...

    Hasil analisis Pusat Laboratorium Forensik menyatakan serbuk yang diduga semen putih itu tidak memiliki daya ledak. "Maka dari itu, kami menyimpulkan itu bom palsu." Polri berjanji akan terus mengusut dalang di balik insiden pelemparan bom itu.  

    Teror bom tidak hanya terjadi di rumah Agus, tetapi juga di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif. Dua peristiwa itu terjadi di waktu yang berbeda di hari yang sama, 9 Januari 2019.

    Baca: Wadah Pegawai KPK Putar Rekaman Teror Bom ...

    Dua bom di rumah Syarif adalah molotov. Yang satu tidak pecah dan tidak meledak, yang satu meledak. “Sedang kami analisis," kata Iqbal.

    Polda Metro Jaya dibantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sudah diterjunkan ke lapangan untuk memeriksa tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.