Jalur Selatan Talegong-Bandung Tertutup Longsor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    Ilustrasi longsor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruas jalan jalur selatan Talegong-Bandung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tertutup tanah longsor.  Akibatnya arus kendaraan roda dua maupun empat dari arah Garut menuju Bandung maupun sebaliknya tidak bisa melewati jalur itu.

    Baca juga: BNPB: 40,9 Juta Orang Terpapar Bahaya Longsor

    "Akses jalan tertutup total, roda dua dan roda empat tidak bisa lewat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria kepada wartawan di Garut, Kamis, 10 Januari 2018.

    Ia mengatakan bencana tanah longsor itu terjadi di jalan provinsi yang menghubungkan Garut-Bandung di Kampung Ciwaru, Kecamatan Talegong, Garut, pada Rabu, 9 Januari 2018 sekitar pukul 20.30 WIB.

    Longsor itu, kata dia, terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Garut, kemudian menggerus tanah hingga akhirnya menimbun jalan dengan lebar sekitar 5 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter.

    "Panjang longsorannya kurang lebih 50 meter, lebar 5 meter, tinggi 1,5 meter, diakibatkan hujan deras," katanya.

    Dadi menyampaikan, bencana tanah longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat, juga arus lalu lintas kendaraan.

    BPBD Garut, kata dia, telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut untuk mendatangkan kendaraan alat berat agar proses menyingkirkan material tanah bisa dilakukan dengan cepat.

    Baca juga: Berkaca dari Longsor Sukabumi, PVMBG: Waspadai Jalur Air di Bukit

    "Untuk alat berat dari pihak PUPR Kabupaten Garut yang berada di wilayah Cisewu sudah diberangkatkan menuju lokasi longsor," katanya.

    Ia menambahkan, selama proses pemindahan material longsoran tanah, jalan dari kedua arah terpaksa ditutup sampai kondisi jalan aman untuk dilintasi. "Menutup sementara arus lalu lintas demi keselamatan masyarakat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.