Lanjutkan Pengobatan, Arifin Ilham Terbang ke Penang, Malaysia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah artis yang tergabung dalam Kajian MuSaWaRah menjenguk Arifin Ilham yang kembali masuk rumah sakit setelah dikabarkan sembuh dari penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A. instagram/@arieuntung

    Sejumlah artis yang tergabung dalam Kajian MuSaWaRah menjenguk Arifin Ilham yang kembali masuk rumah sakit setelah dikabarkan sembuh dari penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A. instagram/@arieuntung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustad Arifin Ilham memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya di Penang, Malaysia. "Ustadz menuju bandara kemudian langsung ke Penang, Malaysia," kata Bayu, santri Majelis Azzikra pimpinan Arifin Ilham di RSCM Kencana di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2019. 

    Baca: Jenguk Arifin Ilham, Jokowi: Kami Mendoakan Beliau Cepat Sembuh

    Arifin Ilham meninggalkan Rumah Sakit Cipto Mangukusumo pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB bersama beberapa kerabatnya. Ia terbang ke Malaysia sekitar pukul 06.00 WIB 

    Berdasarkan pantauan Antara, nampak sejumlah santri dari Majelis Adzikra mengemasi sejumlah barang yang dibawa Arifin Ilham saat dirawat di RSCM. Seperti termos, selimut, dan juga kipas angin.

    Barang-barang tersebut diangkut dengan menggunakan mobil bak terbuka Azzikra. "Barang-barang ini langsung ke Sentul," kata Bayu.

    Sudah sejak akhir tahun lalu, Arifin Ilham dikabarkan menderita kanker nasofaring dan getah bening. Saat itu Arifin Ilham mengatakan penyakit kankernya sudah sembuh.  

    Baca juga: Dijenguk Prabowo, Arifin Ilham Tunjukkan Video Berkuda

    Saat dirawat di RSCM, beberapa tokoh sudah menjenguk Arifin Ilham. Seperti Presiden Joko Widodo, calon Presiden Prabowo Subianto, kemudian Sandiaga Uno dan Ma'ruf Amin. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sudah membesuk dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.