Kubu Prabowo Sebut Bagus Bawana Hoax Surat Suara Bukan Relawan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden no urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan dalam Kopi Darat (Kopdar) Ojek Online (Ojol) Menuju Perubahan Indonesia 9 (Kompi 9) di lapangan parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Ahad, 16 Desember 2018. Kopdar ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. ANTARA/Arif Firmansyah

    Calon Presiden no urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan dalam Kopi Darat (Kopdar) Ojek Online (Ojol) Menuju Perubahan Indonesia 9 (Kompi 9) di lapangan parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Ahad, 16 Desember 2018. Kopdar ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Ferry Juliantono, menyanggah tudingan bahwa Bagus Bawana Putra merupakan relawan. Kepolisian menetapkan Bagus sebagai tersangka pembuat hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos.

    Baca: Polisi Sebut Bagus Bawana Tersangka Hoax Surat Suara Sempat Kabur

    "Bukan relawan kami, saya sudah cek tidak terdata," kata Ferry kepada Tempo, Rabu, 9 Januari 2019.

    Bagus Bawana Putra diketahui adalah Ketua Dewan Koalisi Nasional (Kornas) Prabowo -  Sandiaga. Namun, kepolisian belum mau membenarkan status politik Bagus.

    Bagus ditangkap di Sragen, Jawa Tengah pada 7 Januari oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Polisi menyebut Dedi sempat berniat kabur dan menghilangkan barang bukti.

    Kasus ini bermula dari isu adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Komisi Pemilihan Umum menyatakan informasi itu bohong setelah melakukan pengecekan dan berkomunikasi dengan pihak bea cukai.

    Kabar itu awalnya beredar melalui pesan suara. Informasi menjadi ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan hal itu di akun Twitternya.

    Beberapa orang kemudian melaporkan kasus ini ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Polisi kemudian mengklaim sudah mengidentifikasi pembuat hoaks surat suara tercoblos di Tanjung Priok.

    Simak juga: Polisi: Bagus Bawana Sengaja Membuat Hoax Surat Suara Tercoblos

    Polisi juga menangkap tiga orang lain yang diduga menjadi pendengung alias buzzer informasi yang diduga dibuat Bagus Bawana. Namun, ketiga orang itu tak ditahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.