Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan) Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, peneliti senior Indikator Politik Muhammad Dahlan, dan pakar komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi dalam acara rilis survei bertema

    (Dari kanan) Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera, peneliti senior Indikator Politik Muhammad Dahlan, dan pakar komunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskrido Ambardi dalam acara rilis survei bertema "Media Sosial, Hoaks, dan Sikap Partisan dalam Pilpres 2019" di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga Uno cenderung stagnan.

    Baca: Elektabilitas Jokowi 50 Persen, Dahnil Anzar: Wajah Jokowi Panik

    "Tak ada pergerakan elektabilitas yang signifikan dari kedua pasangan calon," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Selasa, 8 Januari 2019. Hasil survei Indikator pada Desember 2018, menyebut elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin 54,9 persen sedangkan Prabowo - Sandiaga sebesar 34,8 persen.

    Menurut Burhanudin, hasil survei elektabilitas tersebut tidak jauh berbeda dengan sigi Indikator pada September 2018. Saat itu, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin itu 57,7 persen dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 32,3 persen.

    Sedangkan survei Indikator pada Oktober 2018, Pasangan nomor urut 01 mendapat 53,0 persen sedangkan lawan mereka 30,0 persen.

    Jika dibandingkan dengan sigi dari lembaga lain, elektabilitas Jokowi dan Prabowo juga cenderung stagnan. Sigi Lingkaran Survei Indonesia Denny JA pada November 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi dan Ma'ruf Amin 53,2 persen dan Prabowo -Sandiaga 31,2 persen.

    Simak juga: Debat Capres Berdampak pada Elektabilitas dan Pemilih Mengambang

    Angka ini juga tidak bergerak dari survei LSI JA pada Agustus 2018 - sebelum masa kampanye - dengan hasil elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 52,2 persen dan Prabowo-Sandi 29,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.