Akan Ditangkap, Wisnu Wardhana Tabrak Sepeda Motor Jaksa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) menyapa Jaksa Agung H.M. Prasetyo saat serah-terima hibah barang rampasan di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Barang rampasan tersebut di antaranya Toyota Fortuner 2.5 GAT, Toyota Kijang Innova V XW43 tahun 2007, Isuzu tahun 1996, dan Hyundai H1 2.4 tahun 2010. TEMPO/Subekti

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) menyapa Jaksa Agung H.M. Prasetyo saat serah-terima hibah barang rampasan di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Barang rampasan tersebut di antaranya Toyota Fortuner 2.5 GAT, Toyota Kijang Innova V XW43 tahun 2007, Isuzu tahun 1996, dan Hyundai H1 2.4 tahun 2010. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Surabaya Kejaksaan Negeri Surabaya mengeksekusi terpidana kasus korupsi pelepasan aset Badan Usaha Milik Daerah Jawa Timur, Wisnu Wardhana. Perkara ini terjadi ketika mantan Ketua DRPD Surabaya ini menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT Panca Wira Usaha.

    Baca: Jaksa Tolak Pledoi Ahmad Dhani, Minta Hakim Hukum 2 Tahun

    "Dieksekusi tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Eksekusi dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Surabaya Mohammad Teguh Darmawan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) Richard Marpaung saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019.

    Proses eksekusi dilakukan secara paksa oleh Tim Intelijen dan Pidana Khusus Kejari Surabaya di Jalan Raya Kenjeran Surabaya.

    Richard menyebut Wisnu Wardhana, yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2009 - 2014, sempat melawan. Ia menabrakkan mobil nomor polisi M 1732 HG yang dikendarainya ke sepeda motor anggota kejaksaan.

    "Sepeda motor itu memang digunakan petugas untuk menghadang laju kendaraan terpidana Wisnu Wardhana, eh ditabrak juga," kata Richard. Petugas kejaksaan yang ditabrak diinformasikan hanya mengalami luka ringan.

    "Eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1085 K/Pid.sus/2018 tanggal 24 September 2018," ujar Richard.

    Dalam putusan itu Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar 200 juta subsider enam bulan penjara, serta mewajibkan Wisnu Wardhana membayar uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar subsider tiga tahun penjara.

    Putusan Mahkamah Agung tersebut jauh lebih berat dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada April 2017 lalu yang memvonis Wisnu 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, serta uang pengganti senilai Rp1,5 miliar. Sedangkan Pengadilan Tinggi Jawa Timur malah hanya menjatuhkan vonis satu tahun penjara.

    Dalam perkara tersebut Mahkamah Agung menyatakan Wisnu terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp11 miliar atas pelepasan aset BUMD Jatim di wilayah Kediri dan Tulugangung pada tahun 2013. Berbekal putusan ini, Kejaksaan mengeksekusi Wisnu Wardhana.

    Perkara ini sebelumnya juga telah menyeret Direktur Utama PT PWU Dahlan Iskan yang oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pernah divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta. Dahlan Iskan yang menjalani tahanan kota kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

    Simak juga: Bacakan Duplik, Sisca Dewi Tuding Jaksa Putar Balikkan Fakta

    Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah mengajukan kasasi atas perkara yang menjerat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu dan saat ini masih sedang menunggu putusan Mahkamah Agung.

    Tonton video perjalanan kasus Wisnu Wardhana hingga ditangkap disini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.