Cerita Meutya Hafid Bertemu Ma'ruf Amin Persiapkan Debat Capres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Meutya Hafid mengatakan bertugas memoles Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin untuk persiapan debat capres. Ia bertugas mengatur gaya bicara dan teknik-teknik cara bersikap di depan sorotan kamera televisi.

    Baca: Tina Talisa: Tim Debat Capres Jokowi - Ma'ruf Persiapkan Dua Hal

    Menurut Anggota Komisi I DPR RI ini, ia sudah bertemu dengan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk membahas persiapan debat. Menurut Meutya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Ma'ruf seperti pembatasan waktu yang ketat. Waktu satu sampai dua menit, kata Meutya, harus digunakan seefektif mungkin.

    Wakil Ketua Fraksi Golkar ini menambahkan, mereka juga menjelaskan kepada Ma'ruf Amin soal segmentasi debat dan masalah teknis. "Agar lebih mengenal pola debat," kata dia, Selasa, 8 Januari 2019.

    Adapun Meutya mengaku sejauh ini belum pernah bertemu dengan Jokowi. Menurut dia, hal ini karena jadwal Jokowi yang terlampau padat dengan kegiatan kepresidenan. Meski demikian ia mengatakan pasti akan bertemu Jokowi untuk persiapan debat capres.

    Ia dan beberapa mantan presenter televisi kondang, seperti Tina Talisa dan Putra Nababan turut ke dalam tim karena dianggap mampu dan mengerti teknis di televisi. Mengingat lima kali debat capres kedua paslon akan ditayangkan langsung oleh beberapa saluran televisi nasional.

    Simak: Sandiaga Uno Setuju Pertanyaan Debat Capres Dibocorkan

    "Saya dulu cukup lama di televisi, terus ada Mas Putra Nababan, Mbak Tina Talisa, dan beberapa teman televisi seperti Mas Usman Kansong," kata Meutya menceritakan keterlibatannya di dalam tim debat capres Jokowi - Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.