Prabowo Subianto Ingin Bikin Kementerian Khusus Menangani Bencana

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (dua kiri) saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Januari 2019. Prabowo datang untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikannya tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (dua kiri) saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Januari 2019. Prabowo datang untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikannya tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, JakartaPrabowo Subianto berencana membentuk kementerian baru yang khusus menangani bencana alam. Rencana itu akan direalisasikan jika nanti ia terpilih menjadi presiden dalam Pemilu 2019. Ide itu muncul setelah Prabowo mengunjungi korban bencana di Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Januari 2019.

    Baca: Gaya Prabowo Subianto Sapa Peserta Reuni 212 di Monas

    Menurut Prabowo, beberapa wilayah di Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Karena itu penanganan bencana membutuhkan lembaga yang khusus. Di negara lain yang juga rawan bencana, kata dia, telah memiliki kementerian khusus yang menangani masalah itu.

    "Kami sedang berpikir ke arah situ, karena banyak negara yang punya badan khusus seperti itu, saya kira kami sedang berpikir seperti itu, karena kawasan kita seperti ini (rawan bencana). Jadi kita harus siap," kata Prabowo seperti dalam siaran persnya.

    Calon presiden nomor urut 2 itu mengatakan pemerintah Indonesia harus berpikir panjang menyiapkan sarana dan sumber daya yang siap siaga menghadapi bencana alam. Dengan kesiapan itu proses pencegahan dan penanganan bencana bisa berjalan baik dan cepat.

    Baca: Anies Sapa Prabowo di Reuni Akbar 212, Peserta Bersorak

    "Kita tinggal di suatu kawasan yang harus siap menghadapi bencana, tentunya kita harus berpikir jauh ke depan. Kita harus menyiapkan sarana dan sumber daya kita supaya lebih siap menghadapi bencana dan bisa cepat membantu rakyat," ujar Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.