Manajer Vanessa Angel Tertipu Rp 20 Juta Terkait Kasus

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Vanessa Angel (dua dari kiri) keluar dari ruang pemeriksaan Subirektorat Siber Polda Jawa Timur, 6 Januari 2019 setelah diperiksa sejak Sabtu kemarin. TEMPO/Kukuh SW

    Artis Vanessa Angel (dua dari kiri) keluar dari ruang pemeriksaan Subirektorat Siber Polda Jawa Timur, 6 Januari 2019 setelah diperiksa sejak Sabtu kemarin. TEMPO/Kukuh SW

    TEMPO.CO, Surabaya -Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan manajer Vanessa Angel, Lydia, baru melapor ke sentra pelayanan kepolisian terpadu Polda karena tertipu Rp 20 juta.

    Menurut Barung, dalam laporannya Lydia mengatakan telah menerima telepon dari seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Subdirektorat 5 Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Harissandi. Penelepon tersebut menawarkan bisa menyelesaikan perkara prostitusi online yang menyeret Vanessa dengan damai asal ditransfer uang Rp 20 juta.

    Permintaan itu dituruti Lydia. "Akhirnya tertipulah Bu Lydia karena transfer. Barusan ia mengadu ke polisi," kata Barung di kantornya, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa, 8 Januari 2019.

    Barung menuturkan telah mencocokkan nomor yang menelepon Lydia dengan nomor Harissandi. Ternyata nomor tersebut bukan milik Harissandi.

    Saksikan: Soal Prostitusi Online, Vanessa Angel Ogah Ditanya Soal Satu Ini

    Menurut Barung, Lydia juga telah dipertemukan dengan pejabat yang disebut. "Nomor Kasubdit Siber hanya satu, beliau tidak menelepon pihak-pihak yang terkait dengan perkara Vanessa," ujar Barung.

    Barung mengimbau kepada semua pihak, khususnya yang berhubungan dengan kasus Vanessa Angel tidak mudah percaya siapa pun yang mengaku-ngaku sebagai polisi. Barung meminta masyarakat mempercayakan pada polisi untuk menyelesaikan kasus prostitusi online. "Polisi bekerja sesuai fakta," ucapnya.

    Tempo masih berusaha memperoleh konfirmasi dari Lydia.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.