Andi Arief Laporkan Lima Anggota Tim Sukses Jokowi ke Bareskrim

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara politikus Demokrat Andi Arief, Hafisullah Amin Nasution, menunjukkan surat laporan setelah melaporkan lima anggota Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 7 Januari 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Pengacara politikus Demokrat Andi Arief, Hafisullah Amin Nasution, menunjukkan surat laporan setelah melaporkan lima anggota Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin malam, 7 Januari 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui kuasa hukumnya, melaporkan lima orang yang menudingnya menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Dua pengacara Andi, yakni Irwin Idrus dan Hafisullah Amin Nasution, melayangkan laporan kliennya ke kantor Bareskrim pada Senin petang, 7 Januari 2018.

    Baca juga:  Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Pakar: Sulit Menjerat Andi Arief

    "Yang dilaporkan ada Ali Mochtar Ngabalin, Ade Irfan Pulungan, Arya Sinulingga, Guntur Romli, dan Hasto Kristiyanto," kata Irwin saat ditemui wartawan di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin petang. Dalam upaya pelaporan tersebut, kuasa hukum Andi membawa sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar.

    Irwin juga menunjukkan bukti lain berupa cuplikan video Ngabalin di salah satu stasiun televisi swasta. Dalam video itu, anggota staf khusus kepresidenan tersebut mengatakan Andi Arief telah menyebarkan berita bohong ihwal kontainer dan menyebabkan kegaduhan.

    Kelima terlapor diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Adapun pasal yang disangkakan di antaranya Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pencemaran nama baik. Selain itu, Pasal 27 ayat 3 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang penyebarluasan atau pendistribusian informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik.

    Menurut Irwin, pelaporan ini dilatari oleh perasaan dirugikan kliennya terhadap tuduhan yang mendera. "Yang paling dikorbankan keluarga beliau. Ada istri dan anaknya yang sudah terganggu kehidupannya dan tercemar nama baiknya," tutur Irwin.

    Baca juga: Andi Arief Ancam Geruduk, Arya Sinulingga: Aku Tunggu, Enggak Ada

    Sementara itu, Andi Arief tak ikut datang melaporkan kasus tersebut lantaran alasan keamanan. Irwin mengatakan kliennya ogah membikin kegaduhan bila datang sendiri ke Bareskrim. Maka itu, pelaporan diserahkan ke kuasa hukum.

    Polemik ihwal kontainer berisi surat suara yang mendera Andi Arief ini berawal dari cuitannya. Pada Rabu, 2 Januari lalu, ia berkicau soal kabar adanya tujuh kontainer pembawa surat suara tercoblos di Tanjung Priok. Kabar itu membuat heboh hingga Komisi Pemilihan Umum mengecek langsung ke lokasi.

    Karena kicauannya, Andi diserang sejumlah anggota TKN KIK. Tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu bahkan telah melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.