Polri Dalami Kabar Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok Abu Sayyaf berkumpul di hutan kepulauan Basilan, Filipina Selatan. [Radio Free Asia]

    Kelompok Abu Sayyaf berkumpul di hutan kepulauan Basilan, Filipina Selatan. [Radio Free Asia]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI masih terus mencari tahu kebenaran informasi perihal penyanderaan seorang warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan lepas pantai Pulau Gaya, Malaysia. Sebelumnya, kabar penyanderaan WNI ini ramai diperbicangkan di media sosial setelah cuplikan videonya beredar luas.

    Baca: Abu Sayyaf Kirim Video Sandera Indonesia Memohon Dibebaskan

    “Sampai saat ini masih kami cari tahu info tersebut,” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui pesan teks, Ahad, 6 Januari 2018.

    Tak hanya Polri, Kementerian Luar Negeri dan otoritas Filipina ikut turun tangan menelusuri informasi penyanderaan tersebut.

    Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga ikut menelusuri informasi dan konten video yang beredar di media sosial. "Termasuk tim cyber sedang cek keaslian konten video tersebut," kata Dedi.

    Baca: Kementerian Luar Negeri Masih Upayakan Pembebasan 3 Sandera WNI

    Dalam cuplikan video bereda, terlihat seseorang yang diduga korban sandera sedang menangis dan memohon agar segera dibebaskan dari dalam lubang tanah. Korban yang diduga WNI bernama Samsul Sangunim itu merupakan awak kapal pencari ikan. Dia disandera sejak 11 September lalu.

    “Tolong saya bos, tolong saya bos, tolong ….,” kata Samsul, seperti dikutip dari thestar.com.my, Jumat, 4 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.