Polemik Hoax Surat Suara, Arya Sinulingga Ajak Andi Arief Debat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membuka rapat validasi dan approval surat suara DPR RI serta presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 4 Januari 2019. Pasca proses penandatanganan, tahapan dilanjutkan dengan kesepakatan kontrak antara KPU dengan penyedia atau produsen. Baru setelah itu surat suara akan mulai diproduksi. TEMPO/Subekti.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membuka rapat validasi dan approval surat suara DPR RI serta presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 4 Januari 2019. Pasca proses penandatanganan, tahapan dilanjutkan dengan kesepakatan kontrak antara KPU dengan penyedia atau produsen. Baru setelah itu surat suara akan mulai diproduksi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan tidak khawatir dengan ancaman Andi Arief yang akan menggeruduk rumah serta melaporkannya kepada polisi terkait polemik hoax kontainer surat suara.

    Baca: Gerak Cepat KPU dan Cuitan Andi Arief 7 Kontainer Surat Suara

    “Saya tunggu saja laporannya ke polisi,” kata politikus Partai Perindo ini kepada wartawan, Ahad, 6 Januari 2019.

    Sebelumnya nama Arya Sinulingga disebut oleh Politikus Demokrat Andi Arief dalam cuitannya sebagai salah satu orang yang ikut memfitnah dirinya. Andi berencana melaporkan beberapa orang yang menyebutnya sebagai penyebar hoax tujuh kontainer surat suara.

    Selain Arya ada nama lain seperti Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto,; anggota Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin; dan politikus Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli.

    "Saya akan laporkan ke bareskrim para pemfitnah," ujar Andi dalam cuitan di akun Twitter resminya, @AndiArief_, Ahad, 6 Januari 2018.

    Selain itu Arya mengatakan akan menantang Andi untuk debat publik, demi membuktikan siapa yang benar. Arya mengatakan yakin akan memenangkan debat ini seandainya betul terjadi.

    Ia optimistis dapat membuktikan bahwa Andi benar-benar menyebar hoax, dan menjadi legitimasi bahwa tuduhannya kepada politikus Demokrat itu bukanlah fitnah, seperti yang disebut Andi dalam cuitannya.

    Arya juga menuding tindakan Andi Arief yang ingin menggeruduk rumahnya merupakan suruhan dari Ketua Umum partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. “Bilang ke beliau, apakah dia ingin geruduk rumah saya karena disuruh SBY?,” ucap dia.

    Polemik Andi Arief dan hoax ini berawal dari cuitannya mengenai tujuh kontainer surat suara dari Cina yang tiba di Tanjung Priok. Kabar berhembus bahwa surat suara di dalam kontainer itu telah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin. Kabar ini terlebih dahulu tersebar di media sosial sebelum Andi mencuitnya.

    "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar," tulis Andi dalam cuitannya Jumat 4 Januari 2019. Namun, tak lama berselang, Andi menghapus cuitannya.

    Baca: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penyebar Hoaks Surat Suara

    Menanggapi kabar ini di hari yang sama pada saat kabar itu dicuitkan Andi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan beberapa komisioner lain bergerak cepat mengecek lokasi datangnya kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Setibanya di lokasi, Arief menyatakan informasi tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos adalah kabar bohong.

    Tonton video Andi Arief akan laporkan orang yang menyebutnya penyebar hoax disni


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?