Sandiaga Uno Setuju Pertanyaan Debat Capres Dibocorkan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyapa masyarakat saat kunjungan di Kampung Nelayan Pasir Putih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya Sandiaga Uno menjelaskan perlindungan dalam bidang kelautan harus meningkatkan kesejahteraan para nelayan seperti asuransi dan pendanaan. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menyapa masyarakat saat kunjungan di Kampung Nelayan Pasir Putih, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya Sandiaga Uno menjelaskan perlindungan dalam bidang kelautan harus meningkatkan kesejahteraan para nelayan seperti asuransi dan pendanaan. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyetujui keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu kepada dua pasangan calon sebelum debat capres.

    Baca: TKN: Rencana Kebijakan Sandiaga Hanya Ikut-ikutan Jokowi

    Menurut Sandiaga, dengan persiapan yang matang, debat pemilihan presiden dapat menjadi arena adu gagasan demi terciptanya pemerintahan yang kuat, tegas, dan bersih dari korupsi dari kedua kontestan.

    "Saya ikut saja sama peraturan KPU. Dan harapan kami, debat itu tidak saling serang-menyerang, tapi justru mengangkat gagasan dari masing-masing pasangan calon. Sehingga masyarakat tidak melihat seperti cerdas cermat, cepat-tepat, atau seperti tebak-tebakan singkatan begitu," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 6 Januari 2018.

    Sebelumnya, KPU menyatakan akan memberikan daftar pertanyaan ke pasangan Jokowi - Ma’ruf dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum pelaksanaan debat pilpres. KPU beralasan hal ini dilakukan agar setiap pasangan capres-cawapres dapat menyampaikan visi-misi secara maksimal, dan menjawab pertanyaan dengan detail.

    "Agar pertanyaan dapat dijawab detail terkait data dan segala macam. Debat itu salah satu metode kampanye, tujuannya supaya inti dari kampanye itu sendiri dapat tercapai," kata Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2019.

    Keputusan ini dianggap tak lazim oleh Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Sigit Pamungkas. Ia mengatakan pertanyaan dalam debat seharusnya otentik muncul dalam proses debat.

    Sigit pun menilai alasan pemberian pertanyaan tak relevan. Mantan komisioner KPU ini berujar visi misi capres-cawapres sudah disampaikan secara detail dalam dokumen yang dilaporkan kepada KPU.

    Menurut Sandiaga, debat pilpres sudah seharusnya dapat menghadirkan solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat. Dalam debat ini, kata dia, komitmen dan pendalaman visi-misi masing-masing paslon adalah prioritas.

    Simak: Temui Nelayan, Sandiaga: Fokus Kami Menggerakkan Ekonomi Rakyat

    "Jadi nggak ada (pertanyaan dalam debat) yang rahasia. Apa yang sudah diungkapkan berkali-kali selama 120 hari ini. Mungkin tentang lapangan pekerjaan, tentang masyarakat menginginkan harga-harga bahan pokok yang stabil, dan bagaimana hukum itu bisa tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas," kata Sandiaga mengomentari debat capres.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.