Andi Arief Akan Laporkan Orang yang Menyebutnya Penyebar Hoax

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Andi Arief. twitter.com

    Andi Arief. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief berencana melaporkan beberapa orang yang menyebutnya sebagai penyebar hoax 7 kontainer surat suara. Beberapa nama tersebut yakni juru bicara Tim Kampanye Nasional Arya Sinulingga, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, anggota Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin, dan politikus Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli.

    Baca: Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Pakar: Sulit Menjerat Andi Arief

    "Saya akan laporkan ke bareskrim para pemfitnah," ujar Andi dalam cuitan di akun Twitter resminya, @AndiArief_, Ahad, 6 Januari 2018.

    Andi mengatakan beberapa orang tersebut sudah jelas menyatakan fitnah terhadap dirinya. Sebelumnya, Andi tak ingin melaporkan beberapa nama itu. Namun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini menilai fitnah terhadap dirinya sudah kelewat batas. "Dalam kasus fitnah pada saya, draw saja saya tidak mau. Semua harus tahu batas, batas marah dan batas kebaikan. Anda bisa marah, orang lain juga demikian," katanya.

    Andi menuturkan dirinya juga akan menggeruduk rumah para terlapor ini. Dia mengatakan hal ini dilakukannya untuk membantu tugas kepolisian. "Saya sudah bentuk tim," ucapnya.

    Andi berencana menggeruduk rumah orang-orang TKN ini dengan alasan keadilan. Sebelumnya, rumah Andi Arief di Lampung disebut telah digeruduk petugas polisi yang diduga berkaitan dengan cuitan 7 kontainer surat suara. "Kalau saya bisa digeruduk, perlakuan sama harus diterima para pemfitnah saya. Itu namanya keadilan," tuturnya.

    Baca: Alasan Polri Mencari Rumah Politikus Andi Arief di Lampung

    Terkait penggerudukan rumah Andi Arief, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi baru mendatang rumah Andi setelah ramai diperbincangkan di media sosial. "Setelah dicek karena viral, rumah itu sudah dijual sejak 2014, sudah buka atas nama saudara AA," ujar Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 4 Januari 2019.

    Polemik ini berawal dari cuitan Andi Arief soal ditemukannya 7 kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos pada Rabu, 2 Januari 2019. Hal ini membuat KPU mengecek ke Pelabuhan Tanjung Priok, dan menyatakan kabar itu hoax.

    Atas cuitannya ini, Andi Arief diserang oleh beberapa orang dari TKN. Tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu bahkan telah melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri. Adapun, Andi sebelumnya menanggapi enteng pelaporan tersebut. Namun, akhirnya dia memilih akan melaporkan balik mereka.

    Tonton video Andi Arief akan laporkan orang yang menyebutnya penyebar hoax disni


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.