Luncurkan Lava Pijar 1,2 Kilometer, Gunung Merapi Status Waspada

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gunung Merapi di Yogyakarta meluncurkan guguran lava pijar,  Jumat, 4 Januari 2018 pukul 21.01 WIB. Luncuran lava pijar yang sebelumnya hanya 300 meter dan 1, kini mencapai 1,2 kilometer. Arah guguran lava itu ke Kali (sungai) Gendol.

    Baca juga: Lava Pijar Gunung Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

    “Guguran lava terpantau di Gunung Merapi tanggal 4 Januari 2019 pukul 21.01 WIB dengan amplitudo 70 mili meter, durasi 150 detik. dan jarak luncur sekitar 1.2 kilometer, arah ke hulu Kali Gendol,” kata Nur Kholik, petugas di ruang monitoring Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta,  Jumat malam, 4 Januari 2019.

    Aktivitas Gunung Merapi ini terus dipantau dengan berbagai  alat monitoring, termasuk ada CCTV yang terus memantau puncak Merapi. Pertumbuhan kubah lava juga terus dipantau. Setiap hari ada tambahan material kubah lava kawah di puncak gunung itu.

    Hingga 3 Januari 2019, kubah lava terpantau sudah mencapai 415 ribu meter kubik. Sedangkan hari itu pertumbuhan lava rata-rata mencapai 2.800 meter kubik. Dengan aktivitas gunung api yang tergolong paling aktif ini, statusnya pada level II atau waspada. Di bawah itu status normal atau level I.

    Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan dengan status masih di level II atau waspada, dia meminta kepada para pendakian Gunung  Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan melakukan pendakian.

    “Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana,” kata Hanik. 

    Baca juga: BPPTKG: Luncuran Lava Gunung Merapi Sudah Mencapai 1 Kilometer

    Selain itu pihak balai merekomendasikan dalam radius 3 kilometer  dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana  III atau kawasan paling dekat dengan kawah gunung harus selalu waspada jika sewaktu-waktu gunung itu semakin tinggi aktivitas vulkaniknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.