MUI Bantah Ada Rapat Pemecatan terhadap Tengku Zulkarnain

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-Ka: Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas,  Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain,  saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ki-Ka: Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas membantah adanya kabar bahwa MUI menggelar rapat pemecatan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. "Itu hoaks," ujar Anwar saat dihubungi Tempo, Jumat, 4 Januari 2019.

    Desas desus pemecatan Tengku Zulkarnain juga digulirkan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf lewat cuitannya di twitter. Saat dikonfirmasi, Faisal membenarkan cuitannya yang menyebutkan MUI akan menggelar rapat pemecatan. Dia enggan membeberkan darimana info tersebut diperoleh dan hanya melemparkan link berisi cuitannya.

    Sebelumnya, Relawan Jokowi Mania melaporkan Tengku Zulkarnain ke Badan Reserse Kriminal Polri, Jumat, 4 Januari 2019. Zulkarnain dilaporkan atas dugaan menyebarkan kabar hoaks mengenai surat suara. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/0019/I/2019/BARESKRIM tertanggal 4 Januari 2019.

     
    "Hari ini kami melaporkan akun yang melaporkan berita bohong di twitter dan laporan kami diterima oleh Bareskrim Mabes Polri. Kami hanya melaporkan Tengku Zulkarnain saja," kata Ketua Umum Jokowi Mania, Emmanuel Ebenezer, saat dikonfirmasi, Jumat, 4 Januari 2019.

    Menurut Emmanuel, Zulkarnain menyebarkan informasi yang berbahaya untuk proses demokrasi Indonesia yang saat ini sedang berlangsung. Meski dalam cuitannya dia hanya meneruskan cuitan orang lain dan telah dihapus, namun Emmanuel tetap menyebut Zulkarnain salah karena sempat turut menyebarkan.

    "Harapan kami agar orang tersebut harus mengakui apa yang dia sebarkan ke media. Seolah ada kesengajaaan mereka akan mendelegitimasi bahwa masyarakat tidak percaya KPU," kata Emmanuel.

    Sebelumnya, Tengku Zulkarnain dalam cuitannya, mempertanyakan kebenaran kabar tujuh kontainer berisi surat suara pemilu yang didatangkan dari China sudah dicoblos untuk pasangan capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Jika info tersebut benar, ia menduga Pemilu 2019 telah dirancang dengan curang. Namun, saat ini unggahan tersebut telah dihapus.

    Mengetahui kabar dirinya dilaporkan ke polisi, dalam cuitan terbarunya, Tengku Zulkarnain justru berterima kasih ke Jokowi Mania. "Alhamdulillah akhirnya dilaporkan juga ke Bareskrim Polri. Terimakasih para @jokowi mania..." cuit Tengku Zulkarnain di akun Twitternya @ustadtengkuzul, Jumat sore 4 Januari 2019.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.