Jokowi Minta Dana Desa Mulai Digunakan untuk Pemberdayaan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo meninjau salah satu lokasi rehabilitasi irigasi di Sungai Lodoyo saat berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya, Presiden yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono dan Menteri Sekretaris negara Pramono Anung melakukan pengecekan proyek rehabilitasi Irigasi yang ditargetkan mampu mengairi lebih dari 3 ribu hektar lahan pertanian didaerah. ANTARA FOTO/Irfan Anshori

    Presiden RI Joko Widodo meninjau salah satu lokasi rehabilitasi irigasi di Sungai Lodoyo saat berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, Kamis 3 Januari 2019. Dalam kunjungannya, Presiden yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono dan Menteri Sekretaris negara Pramono Anung melakukan pengecekan proyek rehabilitasi Irigasi yang ditargetkan mampu mengairi lebih dari 3 ribu hektar lahan pertanian didaerah. ANTARA FOTO/Irfan Anshori

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sosialisasi mengenai prioritas penggunaan dana desa untuk tahun 2019 kepada para pendamping desa dan perangkat desa dari seluruh Jawa Timur. Sosialisasi berlangsung di alun-alun Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat, 4 Januari 2019.

    Baca juga: Cerita Jokowi Jalan Sehat dan Temui Kepala Desa di Lampung

    Dalam kesempatan itu Jokowi mengingatkan agar dana desa diolah dengan baik. Saat ini dia ingin para kepala desa dan pendamping dana desa mulai memprioritaskan dana untuk pemberdayaan ekonomi dan pengembangan inovasi desa. Pasalnya selama empat tahun terakhir dana desa sudah difokuskan untuk infrastruktur.

    "Mulai tahun ini (penggunaannya) digeser. Tidak semua, tapi mulai digeser kepada pemberdayaan ekonomi. Digeser kepada inovasi-inovasi yang baru," ujar Jokowi.

    Dia menyatakan, total anggaran untuk desa di seluruh Indonesia terhitung besar yaitu mencapai Rp 70 triliun untuk tahun ini. "Tahun 2019 ini dana desa naik menjadi Rp 70 triliun plus dana kelurahan Rp 3 triliun. Jadi Rp 73 triliun," katanya.

    Jumlahnya terus bertambah sejak dianggarkan pada 2015. Saat itu dana desa mencapai Rp 20,7 triliun dan meningkat menjadi Rp 47 triliun di tahun berikutnya. Pemerintah kembali meningkatkan dana desa pada 2017 dan 2018 masing-masing menjadi Rp 60 triliun.

    Jokowi mengatakan dia ingin anggaran dana desa ini dapat terus meningkat tiap tahunnya. "Bukan karena apa-apa. Dari hasil survei yang kita lakukan, 85 persen masyarakat puas terhadap pengelolaan dana desa dan bermanfaat bagi masyarakat dan desa," katanya.

    Baca juga: Cegah Urbanisasi Berlebihan, JK: Dana Desa Bertambah Tiap Tahun

    Dalam sosialisasi tersebut, Jokowi nampak didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja. Mereka antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Trenggalek Emil Dardak, dan Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.