Suap Meikarta, Neneng Hasanah Yasin Kembalikan Lagi Uang ke KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, seusai menjalani pemeriksaan setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Neneng Hasanah Yasin diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, seusai menjalani pemeriksaan setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di gedung KPK, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Neneng Hasanah Yasin diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka suap Meikarta Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin total telah mengembalikan Rp8 miliar kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemarin, Kamis, 3 Januari 2019. "Bupati Bekasi mengembalikan uang Rp2 miliar pada KPK, Kamis 3 Januari 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

    Febri mengatakan KPK menghargai pengembalian uang dari Neneng Hassanah. "Meskipun tidak menghilangkan pidana, sikap kooperatif pasti akan dipertimbangkan sebagai faktor meringankan dalam proses hukum."

    Baca: Ditahan KPK, Bupati Bekasi Neneng Hasanah ...

    KPK menetapkan sembilan tersangka dalam kasus suap Meikarta. Mereka adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, pegawai Lippo Group Henry Jasmen, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor.

    Tersangka lainnya adalah Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

    Baca: Bupati Neneng Hasanah Yasin Akui Pernah ...

    Empat orang tersangka suap Meikarta yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung, adalah Billy Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, dan Henry Jasmen Sitohang.

    Neneng Hasanah Yasin mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus dugaan suap proyek Meikarta. "Barusan mengajukan JC kepada penyidik," kata pengacara Neneng, Ilham Prasetya Gultom di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

    Ilham mengatakan Neneng Hasanah Yasin akan kooperatif dengan KPK dalam pengusutan kasus Meikarta. Dia mengatakan kliennya ingin kasus ini menjadi terang-benderang. "Itu keinginan pribadi beliau," kata Ilham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.