Tim Jokowi - Ma'ruf Laporkan Andi Arief ke Polisi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Andi Arief. twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi -Ma'ruf Amin melaporkan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief atas dugaan tindak pidana penyebaran berita palsu atau hoaks ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan nomor laporan LP/B/0013/I/2019/BARESKRIM ter tanggal 3 Januari 2019.

Baca juga: Soal Kabar 7 Kontainer Surat Suara, Hasto PDIP Serang Andi Arief

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan menilai Andi Arief telah menyebarkan informasi hoaks terkait adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok melalui media sosial Twitter.

"Sudah jelas ini akan berdampak sistemik kepada masyarakat nantinya. Informasi hoaks yang telah disebarkan oleh politikus Partai Demokrat itu melalui media sosial harus segera ditindaklanjuti oleh Polri," ucap Irfan pada Kamis, 3 Januari 2018.

Tak hanya Andi Arief, TKN juga melaporkan pelaku pembuat rekaman suara yang ikut serta menyebarkan berita bohong dan disebarkan melalui pesan berantai.

"Ada 3 bukti rekaman suara yang sudah kita serahkan kepada tim penyidik tadi. Kami ingin Polri menelusuri siapa orang yang membuat rekaman suara yang telah meresahkan masyarakat ini," kata Irfan.

Saksikan: Instruksi Kabareskrim soal Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Nantinya, para pelaku penyebar hoaks akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 517 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 14 Jo Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) serta Pasal penghinaan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 207.

Lewat akun Twitter-nya Andi Arief mengatakan soal 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok. "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," cuit Andi Arief pada Rabu, 2 Januari 2019.

Baca juga: Hoax 7 Kontainer Surat Suara, KPU Minta Polisi Cek Akun Penyebar

Namun cuitan itu sudah dihapus beberapa saat kemudian. Andi Arief lewat cuitan lainnya mengaku telah mentuitkan hal itu. "Tuit saya terhapus, saya memang mentuit," kata dia lewat aku Twitter @AndiArief_.

Adapun soal pihak-pihak yang ingin melaporkannya ke polisi, Andi Arief lewat cuitannya menyampaikan, "Kalau Saya mengingatkan aparat supaya cepet bertindak malah dipolisikan lucu bener negeri ini. Bayangkan KPU yg sudah dari sore menerima info baru tergerak mengecek setelah tuit saya. Hoak bisa terjadi kalau tidak ada kecepatan reaksi," cuit dia Kamis, 3 Januari 2019.






Kemendagri Bantah Ada Utusan Jokowi ke Demokrat Bahas Pengisian Wagub Papua

3 hari lalu

Kemendagri Bantah Ada Utusan Jokowi ke Demokrat Bahas Pengisian Wagub Papua

Kemendagri membantah soal adanya utusan Jokowi ke Partai Demokrat untuk membahas pengisian posisi kursi Wagub Papua.


Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

3 hari lalu

Partai Demokrat dan Partai NasDem Ungkap Alasan Belum Umumkan Koalisi

Partai Demokrat dan Partai NasDem menyatakan peluang koalisi mereka segera terbentuk cukup besar.


Ramai Gunting Pita, Staf Khusus Sri Mulyani: Dari APBN, KPBU, BUMN, dan Swasta

4 hari lalu

Ramai Gunting Pita, Staf Khusus Sri Mulyani: Dari APBN, KPBU, BUMN, dan Swasta

Yustinus Prastowo turut mengomentari ramainya pembicaraan ihwal gunting pita antara politikus Partai Demokrat dengan politikus PDI Perjuangan.


Partai Demokrat dan PDIP Saling Serang, NasDem: Jangan Saling Menuding

7 hari lalu

Partai Demokrat dan PDIP Saling Serang, NasDem: Jangan Saling Menuding

Partai Nasdem meminta Partai Demokrat dan PDIP saling menahan diri.


PDIP Tanggapi Pidato SBY, Partai Demokrat: Tidak Perlu Reaktif dan Kebakaran Jenggot

8 hari lalu

PDIP Tanggapi Pidato SBY, Partai Demokrat: Tidak Perlu Reaktif dan Kebakaran Jenggot

Partai Demokrat meminta PDIP tak perlu reaktif atas pidato Ketua Majelis Tinggi mereka Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.


Duet Anies-AHY Dinilai Realistis, Pakar: Wajah Oposisi Saat Ini

9 hari lalu

Duet Anies-AHY Dinilai Realistis, Pakar: Wajah Oposisi Saat Ini

"Variabel oposisinya itu yang membuat Anies dan AHY gerak politiknya tidak terlampau melebar," kata Adi Prayitno


Ini Detail Pidato SBY Viral Sebut Pemilu 2024 Akan Tidak Adil

9 hari lalu

Ini Detail Pidato SBY Viral Sebut Pemilu 2024 Akan Tidak Adil

SBY menyebutkan alasannya untuk turun gunung pada Pemilu 2024 karena akan ada ketidakadilan.


AHY: Demokrat Usung Kriteria Perubahan dan Perbaikan untuk Capres dan Cawapres 2024

10 hari lalu

AHY: Demokrat Usung Kriteria Perubahan dan Perbaikan untuk Capres dan Cawapres 2024

AHY mengatakan Partai Demokrat mengusung tema perubahan dan perbaikan sebagai kriteria calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024.


Rapimnas Partai Demokrat, AHY Sebut Indonesia Sedang Tak Baik-baik Saja

11 hari lalu

Rapimnas Partai Demokrat, AHY Sebut Indonesia Sedang Tak Baik-baik Saja

Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyinggung soal permasalahan ekonomi hingga kebebasan sipil yang kini membekap negara ini.


KPK Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri dengan Syarat

12 hari lalu

KPK Izinkan Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri dengan Syarat

KPK membuka kemungkinan untuk mengizinkan Gubernur Papua Lukas Enembe berobat ke luar negeri.