Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu 1.600 Meter

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap di Selat Sunda, Senin, 20 April 2015. Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak lahir pada 1930 hingga 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali, baik secara eksplosif maupun efusif. Dari beberapa letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, JakartaGunung Anak Krakatau kembali erupsi pada pukul 12.03 WIB. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan Gunung di Selat Sunda itu kembali mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.600 meter di atas puncak gunung. Sampai saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).

    Baca juga: BPPT Siap Perbaiki 3 Buoy untuk Area Gunung Anak Krakatau

    “Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dalam radius 5 kilometer dari kawah,” kata Kementerian ESDM dalam situs mereka, Kamis 3 Januari 2019.

    Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi ± 1 menit 10 detik, namun tidak terdengar suara dentuman.

    Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 22 Desember lalu telah menyebabkan tsunami Selat Sunda. Lima kabupaten di dua provinsi terdampak tsunami tersebut, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten serta Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung.

    Baca juga: Pasca Tsunami, Tinggi Gunung Anak Krakatau Ciut Jadi 110 Meter

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas akibat tsunami selat Sunda, hingga 2 Januari kemarin, masih sama dengan data terakhir pada 31 Desember 2018 lalu. Begitu pula dengan jumlah korban luka yang mencapai 1.459 orang dan hilang sebanyak 10 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.