Moeldoko Bantah Doni Monardo Jadi Kepala BNPB karena Gagal KSAD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mayor Jenderal (Mayjen) Doni Monardo dalam acara 'Validasi Organisasi dan Tugas Paspampres' di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Maret 2014. TEMPO/Subekti

    Mayor Jenderal (Mayjen) Doni Monardo dalam acara 'Validasi Organisasi dan Tugas Paspampres' di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Maret 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah kabar penunjukkan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB untuk mengobati kekecewaan karena tak diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

    Baca juga: Alasan Jokowi Ganti Kepala BNPB, Moeldoko: Perlu Penyegaran

    "Mana ada kecewa di tentara itu. Wong nyawanya diberikan enggak kecewa, apalagi hanya jabatan. Itu biasa," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

    Moeldoko mengatakan, Doni Monardo merupakan sosok dengan rekam jejak yang bagus. Bahkan, kata dia, semua orang pun tahu tentang kinerja Doni. Moeldoko menilai sosok Doni yang terampil dalam penanganan bencana. "Banyak inisiatif," katanya.

    Nama Letnan Jenderal Doni Monardo sebelumnya sempat diisukan menjadi KSAD. Namun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya mengangkat Jenderal Andika Perkasa yang lebih junior dari Doni sebagai KSAD.

    Baca juga: Bencana Meningkat, Kepala BNPB Baru Dinanti Tugas Berat

    Meski Doni Monardo telah dipastikan menjabat sebagai Kepala BNPB, pelantikannya belum digelar. Semestinya, Jokowi melantik Doni pada Rabu kemarin, 2 Januari 2019. Namun, kegiatan tersebut dibatalkan. Menurut Moeldoko, pelantikan akan dilakukan setelah merevisi peraturan presiden, yang berencana mengubah kedudukan BNPB di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.