Ada Program Promo BNI di Kereta Api Pangandaran

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api Pangandaran diluncurkan pertama kali di Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019.

    Kereta Api Pangandaran diluncurkan pertama kali di Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019.

    INFO NASIONAL - Mengawali tahun baru 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka terobosan baru dengan mengoperasikan Kereta Api (KA) Pangandaran yang akan melayani penumpang dari Stasiun Gambir, Jakarta, langsung ke Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.

    Itu akan membuat perjalanan penggemar kereta api menjadi jauh lebih sederhana, karena Jakarta ke Banjar dapat dijalani hanya dengan satu kali perjalanan tanpa  transit terlebih dahulu di Bandung.  Artinya, akses ke Pantai Pangandaran pun menjadi semakin mudah dari Jakarta.

    Bukan hanya menyederhanakan perjalanan, KA Pangandaran ini juga menjadi lebih menarik untuk digunakan dengan adanya berbagai program promo dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Penumpang yang bertransaksi membeli makanan dan minuman menggunakan Kartu Debit BNI dan Kartu Kredit BNI di atas kereta api, berhak mendapatkan potongan harga Rp 20.000 untuk minimal transaksi Rp 100.000, atau maksimum potongan sebesar Rp 40.000 untuk pembelanjaan di atas Rp 200.000. Potongan tersebut berlaku untuk makanan dan minuman.

    Selain itu, penumpang yang melakukan pembelian makanan di atas kereta api menggunakan Kartu BNI TapCash, juga akan mendapatkan teh manis secara cuma-cuma.  Kartu BNI TapCash sendiri dapat dibeli dan diisi ulang di booth yang tersedia di Stasiun Banjar. Kartu BNI TapCash dijual dengan harga spesial di booth, yaitu Rp 60 ribu (isi saldo Rp 50 ribu) dan Rp 110 ribu (isi saldo Rp 100 ribu). Pada booth tersebut, pemegang Kartu BNI TapCash dapat membeli nasi goreng Parahyangan dengan harga spesial yaitu hanya Rp 1.946.

    KA Pangandaran diluncurkan pertama kali di Stasiun Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2019. Hadir pada peluncuran itu Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, serta CEO BNI Wilayah Bandung Afien Yuni Yahya.

    Afien Yuni Yahya mengatakan, dukungan BNI pada Kereta Pangandaran ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN, yang dapat menghasilkan daya dorong pada pengembangan sektor transportasi massal di Jawa barat bagian selatan serta sektor lainnya, terutama sektor pariwisata. Dengan adanya kereta yang khusus melayani secara langsung antara Gambir dengan Banjar, dengan sendirinya akan semakin mendekatkan para pecinta wisata dengan berbagai lokasi wisata utama di Jawa Barat bagian Selatan, termasuk di antaranya Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran. Wisatawan yang ingin menikmati Pantai Pangandaran, memiliki lebih banyak pilihan untuk mencapai pantai yang juga dikenal memiliki suaka margasatwa yang menjadi habitat hewan langka dan dilindungi, yaitu Banteng.

    “Kereta api tetap menjadi pilihan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di satu kawasan, karena menjadi salah satu pilihan moda transportasi yang aman, nyaman, bebas macet, serta mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. BNI turut memberikan kenyamanan lebih melalui transaksi non-tunai di atas kereta api tersebut,” ujar Afien.

    Sebelumnya, BNI juga meramaikan peluncuran kereta baru lainnya, yaitu KA Galunggung, pada 26 Desember 2018. KA Galunggung ini melayani rute dari Bandung (Stasiun Kiara Condong) ke Tasikmalaya. Tarif kereta tersebut digratiskan hingga 25 Januari 2019. Pada rute kereta tersebut, BNI juga memberikan berbagai promo melalui Kartu Debit BNI, Kartu Kredit BNI, dan Kartu BNI TapCash.

    "Penggunaan Kartu BNI TapCash ini selaras dengan program pemerintah untuk mendorong Gerakan Nasional Non Tunai. Di mana, Kartu BNI TapCash tidak hanya aman dan transaksinya mudah, melainkan juga tidak perlu uang kembalian," ujar Afien.

    Outstanding Kartu Kredit BNI telah mencapai Rp12,53 triliun pada Desember 2018. Outstanding tersebut tumbuh 7,9 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh tren berlibur di masyarakat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.