Polisi Diminta Ungkap Motif Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz, Peneliti LIPI Syamsudin Haris, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini dalam diskusi Pilpres 2019 di kantor ICW, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini meminta aparat penegak hukum mengusut motif penyebaran kabar bohong mengenai 7 kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos.

    Baca: KPU Minta Polisi Usut Hoax Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos

    "Soal motif penyebaran kabar hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos harus diungkap tuntas oleh aparat penegak hukum," kata Titi kepada Tempo, Kamis, 3 Januari 2018.

    Titi mengatakan, aparat hukum harus memastikan bahwa kasus tersebut dibuka sampai ke aktor intelektualnya. Tujuannya, kata dia, agar publik mengetahui apa sebenarnya yang menjadi motivasi dan tujuan para pembuat dan penyebar kabar hoaks tersebut. "Harus ada hukuman tegas pada mereka agar ada efek jera bagi para penyebar hoaks yang bisa mengganggu kredibilitas, integritas, dan legitimasi pemilu ini," ujarnya.

    Surat suara itu sebelumnya didesas-desuskan berasal dari Cina dan mendarat di Tanjung Priok pada Rabu malam, 2 Januari 2018. Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman pun telah memastikan 7 kontainer surat suara tercoblos adalah kabar bohong usai timnya menyisir berita itu ke pihak Bea Cukai, namun hasilnya nihil.

    Baca: KPU: Kabar 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos di Priok Hoax

    Komisioner KPU, Hasyim Asyari, sebelumnya mengatakan saat ini surat suara belum dicetak. Hasyim menjelaskan, pengadaan logistik pemilihan umum masih dalam proses lelang. Surat suara pun mulai akan diproduksi pada pertengahan Januari.

    Kabar terkait kontainer berisi surat suara tercoblos ini sudah muncul sejak pukul 18.00 WIB pada Rabu sore dan diawali dengan cuitan politikus Demokrat Andi Arief di Twitter. Andi mengisyaratkan permohonan cek kontainer berisi surat suara tercoblos, yang kabarnya berada di Tanjung Priok. “Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” tulis Andi.

    Namun, tulisan itu kemudian dihapus. Saat Tempo mengeceknya pada pukul 21.30 WIB, kicauan Andi yang menyinggung soal kabar surat suara itu enyah. Andi hanya melempar tautan halaman berita media daring saat dikonfirmasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.