BNPB: Korban Meninggal Longsor Sukabumi 15 Orang

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Longsor Sukabumi, BPBD Jabar Turunkan Tim (Foto: Doc. Humas Pemprov Jabar)

    Longsor Sukabumi, BPBD Jabar Turunkan Tim (Foto: Doc. Humas Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 15 orang meninggal akibat bencana longsor Sukabumi di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Data tersebut dirangkum hingga pukul 13.30 WIB, Rabu, 2 Januari 2019.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sebagian korban meninggal masih diidentifikasi oleh petugas. "Sebanyak 11 orang sudah berhasil diidentifikasi, sementara empat lainnya belum," kata dia di kantornya.

    Baca: Alasan Evakuasi 20 Korban Longsor Sukabumi Dilanjutkan Rabu Pagi

    Longsor Sukabumi terjadi pada 31 Desember 2018. Tumpahan tanah menimpa 30 rumah yang dihuni 32 kepala keluarga. Selain korban meninggal, longsor menyebabkan tiga orang luka-luka. BNPB juga mencatat terdapat 20 orang hilang, adapun 63 orang selamat.

    Dua hari pasca bencana, tim penanggulangan bencana masih melakukan evakuasi. Sebanyak 892 personel yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, Basarnas, diturunkan untuk melakukan evakuasi di lokasi longsor. Tiga alat berat juga telah dikirim ke lokasi untuk membantu evakuasi.

    Sutopo menuturkan, evakuasi korban longsor Sukabumi tak mudah dilakukan. Tim menghadapi empat longsor susulan. Selain itu, hujan terus turun di lokasi sehingga tanah longsor berubah menjadi lumpur. Kondisi tersebut menyulitkan dan membahayakan petugas pencarian. "Prinsip dalam pencarian evakuasi penyelamatan korban adalah safety first," katanya.

    Simak: Longsor Sukabumi, Pemangku Adat Ungkap Tragedi 20 Tahun Silam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.