Alasan Evakuasi 20 Korban Longsor Sukabumi Dilanjutkan Rabu Pagi

Warga mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 1 Januari 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masih ada 20 korban longsor Sukabumi, yakni di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang belum ditemukan.

Namun pencarian hari ini, Selasa, 1 Januari 2019 dihentikan sejak pukul 14.00 WIB lantaran hujan deras.

Baca : Longsor Sukabumi, Sudah 15 Orang Meninggal yang Ditemukan

Sutopo mengatakan pencarian akan dilakukan besok pagi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan.

"Hujan deras memaksa evakuasi korban dihentikan pada pukul 14.00 karena membahayakan petugas jika dilakukan evakuasi," kata Sutopo melalui keterangan tertulis pada Selasa malam, 1 Januari 2019.

Longsor melanda pemukiman warga di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat pada Senin sore, 31 Desember 2018. Longsor terjadi setelah hujan mengguyur selama beberapa jam.

Hingga saat ini, tercatat ada 15 korban meninggal dunia dan tiga orang luka-luka. Sutopo mengatakan korban terluka sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Adapun jumlah rumah yang tertimbun sebanyak 30 unit, terdiri dari 32 KK atau 101 jiwa.

"Sebelumnya dilaporkan 107 jiwa yang tertimbun, namun dikoreksi menjadi 101 jiwa," kata Sutopo.

Eyah menunggu kabar keluarganya yang menjadi korban tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 1 Januari 2019. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tercatat 107 jiwa dalam 32 kepala keluarga terdampak bencana longsor ini. ANTARA

Sutopo mengatakan longsor susulan telah terjadi sebanyak empat kali. Jumlah longsoran lebih kecil, tetapi material tanah gembur dan rapuh sehingga membahayakan tim pencari apalagi jika ditambah kondisi hujan. Dua alat berat telah disediakan tetapi baru satu yang dapat menembus lokasi longsor.

Daerah Cisolok, kata Sutopo, merupakan daerah dengan zona longsor sedang dan tinggi. Peta prakiraan longsor dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Januari 2019 mencatat, terdapat 33 kecamatan di Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi.

Simak pula :

Penyebab Evakuasi Korban Longsor Sukabumi Dihentikan

Peta potensi longsor menengah adalah daerah yang memiliki potensi menengah untuk terjadi longsor jika curah hujan di atas normal. Kondisi ini terutama terjadi di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan peta potensi longsor tinggi yakni daerah yang memiliki potensi tinggi terjadi longsor jika curah hujan di atas normal. Longsor lama pun dapat aktif kembali. Z

Sutopo mengatakan kebutuhan mendesak saat ini untuk penanggulangan bencana longsor Sukabumi, meliputi cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi. personel, dan relawan untuk dapur umum dan evakuasi, serta perbaikan jaringan listrik.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANWAR SISWADI






Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

2 hari lalu

Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

Bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk korban banjir di Provinsi Sindh telah tiba di Karachi, Pakistan


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

2 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

3 hari lalu

Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut banjir Pakistan telah memaksa kurang lebih 800 ribu warga mengungsi.


Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

5 hari lalu

Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

Pemprov Jawa Barat menurunkan dua alat berat untuk mempercepat proses membersihkan material sisa banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut


Lewati Titik Kemacetan di Pasar Cibadak, Tol Bocimi Tersambung Sukabumi Barat di 2024

8 hari lalu

Lewati Titik Kemacetan di Pasar Cibadak, Tol Bocimi Tersambung Sukabumi Barat di 2024

Basuki Hadimuljono menargetkan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi tersambung sampai Sukabumi Barat pada 2024.


Gempa dari Bawah Laut Menggoyang Lemah Sukabumi, Lebak, dan Bogor

9 hari lalu

Gempa dari Bawah Laut Menggoyang Lemah Sukabumi, Lebak, dan Bogor

Gempa tektonik menggoyang wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya di Jawa Barat dan Banten, Selasa sore, 20 September 2022.


5 Fakta Menarik tentang Gunung Salak

10 hari lalu

5 Fakta Menarik tentang Gunung Salak

Sejak tahun 2003, Gunung Salak termasuk ke dalam wilayah konservasi yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.


3 Gempa Terkini di Hari Minggu, Gempa Darat Lagi di Bukittinggi

11 hari lalu

3 Gempa Terkini di Hari Minggu, Gempa Darat Lagi di Bukittinggi

BMKG mencatat tiga gempa terkini dengan guncangan yang bisa dirasakan sepanjang Minggu, 18 September 2022.


4 Kampung di Desa Tanjung Burung Terendam Banjir, BPBD Kabupaten Tangerang: Luapan Sungai Cisadane

11 hari lalu

4 Kampung di Desa Tanjung Burung Terendam Banjir, BPBD Kabupaten Tangerang: Luapan Sungai Cisadane

Luapan Sungai Cisadane pada Sabtu pagi menyebabkan banjir merendam 733 rumah di Desa Tanjung Burung, Teluknaga.


3 Air Terjun yang Wajib Disinggahi di Kaki Gunung Gede Pangrango

11 hari lalu

3 Air Terjun yang Wajib Disinggahi di Kaki Gunung Gede Pangrango

Di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango di gunung Gede Pangrango ternyata memiliki sejumlah air terjun atau curug yang memiliki panorama indah.