5 Fakta Kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang Tembak 2 Polisi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Personil Brimob berjaga-jaga di pos pantau wilayah Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Selain melakukan patroli lewat darat, polisi juga berpatroli lewat udara dengan helikopter, untuk membantu pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di pegunungan Poso. ANTARA/Zainuddin MN

TEMPO.CO, Jakarta - Nama kelompok Mujahidin Indonesia Timur atau MIT kembali mencuat. Polisi menduga kelompok yang berada di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah berada di balik kasus mutilasi dan penembakan dua anggota Polri di Pantai Kapal Dusun Salubose.

Baca juga: Polda: Gerilya Mujahidin Indonesia Timur di Poso Berubah

Penembakan dua anggota polisi itu berawal dari rencana tim kepolisian setempat memeriksa tempat terjadinya perkara pembunuhan dengan mutilasi. Saat ingin mengevakuasi korban mutilasi, terjadi baku tembak. Dua anggota polisi tertembak yaitu Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andrew Maha Putra dan Bripka Baso.

Kepolisian RI pun langsung menurunkan dua Satuan Setingkat Pleton (SST) Brigadir Mobil, satu SST dari Poso dan Palu untuk membantu Kepolisian Resor Parimo melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Kelompok yang diduga mendalangi beberapa aksi terorisme itu dulu dikenal dipimpin oleh Santoso atau Abu Wardah. Berikut sejumlah fakta mengenai kelompok yang kini dipimpin oleh Ali Kalora itu.

1.Baru Terbentuk sejak 2013

Mujahidin Indonesia Timur diperkirakan terbentuk pada akhir 2012 atau awal 2013, kelompok tersebut didirikan oleh Santoso atau Abu Wardah di daerah rawan konflik, Poso, Sulawesi Tengah.

MIT waktu itu langsung merekrut pengikutnya, dan melakukan pelatihan militer. Sejumlah aksi teror dan serangan terhadap aparat kepolisian pun diduga didalangi oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini.

2.Santoso

Selain mendirikan MIT, Santoso juga merupakan pemimpin MIT. Pergerakannya di kelompok radikal dimulai dengan bergabungnya Santoso dengan kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di wilayah Sulawesi Tengah. Bekal di JAT tersebut yang dijadikan modal bagi Santoso untuk mendirikan MIT

3. Afiliasi dengan ISIS

Pada 2016 melalui sebuah rekaman video, kelompok MIT menyatakan berbaiat kepada Negara Islam Irak Suriah atau ISIS. Diduga setelah deklarasi tersebut, MIT mendapatkan aliran dana dari ISIS dalam menggelar aksinya.

4. Santoso Tewas

Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, di tempat persembunyiannya. Foto: Istimewa

Setelah diburu sejak 2012, Kepolisian RI memastikan jika salah satu korban yang tewas dalam baku tembak operasi Tinombala pada Juli 2016 adalah Santoso, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur. Santoso tewas setelah pergerakan MIT dipersempit karena Operasi Tinombala, beberapa anggota MIT juga dilumpuhkan bahkan menyerahkan diri.

Baca juga:  Kontak Tembak di Poso, Polres Benarkan 2 Terduga Teroris Tewas

5. Sisa MIT

Hingga saat ini Kepolisian RI masih melakukan perburuan terhadap sejumlah anggota MIT. Saat ini kelompok tersebut dipimpin oleh Ali Kalora.

Data terakhir kepolisian tercatat sejumlah anggota Mujahidin Indonesia Timur masuk dalam Daftar Pencarian Orang, yaitu Ali Muhammad alias Ali Kalora alias Ali Ambon, Muhammad Faisal alias Namnung alias Kobar, Qatar alias Farel, Nae alias Galuh, Basir alias Romzi, Abu Alim, dan Kholid.

ANDITA RAHMA






Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

4 hari lalu

Polda Sulteng Pastikan Buronan Kelompok MIT Tewas adalah Askar

Anggota MIT itu tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya pada Kamis, 29 September 2022.


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

7 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

8 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

11 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

18 hari lalu

Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

Densus 88 menangkap total 13 tersangka teroris dari kelompok Anshor Daulah (AD) pendukung ISIS di Dumai


Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

19 hari lalu

Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

Densus 88 menangkap delapan tersangka teroris di delapan lokasi berbeda di Dumai pada pukul 07.05-12.10 WIB.


Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

23 hari lalu

Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

Dalang teror 11 September 2001, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi sekitar tahun 1957 atau 1958.


Teroris Al Shabab Dikepung Tentara 30 Jam, Drama Penyanderaan di Hotel Somalia Berakhir

43 hari lalu

Teroris Al Shabab Dikepung Tentara 30 Jam, Drama Penyanderaan di Hotel Somalia Berakhir

Pasukan keamanan telah mengakhiri pengepungan oleh gerilyawan terafiliasi Al Qaeda di sebuah hotel di ibu kota Somalia.


Cerita Teroris Santoso dan Noordin M Top yang Pernah Jadi Buronan Nomor 3 FBI

44 hari lalu

Cerita Teroris Santoso dan Noordin M Top yang Pernah Jadi Buronan Nomor 3 FBI

Teroris Santoso yang lahir 21 Agustus 1976 diketahui terinspirasi Abu Bakar Ba'asyir, Abdullah Sungkar, Imam Samudera, Dr. Azahari dan Noordin M. Top