BMKG: Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia Berbahaya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang dan pengelola jasa sewa gazebo di Pantai Drini berusaha memperbaiki gazebo yang roboh akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 24 Mei 2016. Gelombang tinggi air laut tersebut terjadi dua kali, pada malam hari kemarin dan pagi harinya pukul 10.00. TEMPO/Pius Erlangga

    Sejumlah pedagang dan pengelola jasa sewa gazebo di Pantai Drini berusaha memperbaiki gazebo yang roboh akibat terjangan gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 24 Mei 2016. Gelombang tinggi air laut tersebut terjadi dua kali, pada malam hari kemarin dan pagi harinya pukul 10.00. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 1-6 Januari 2019. Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo mengatakan tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 1,25 sampai 2,5 meter.

    Baca: BMKG Longgarkan Zona Rawan Kewaspadaan Tsunami

    "Ada juga gelombang dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter terpantau di beberapa wilayah perairan Indonesia," ujar Mulyono dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 31 Desember 2018.

    Gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia ini, menurut BMKG, masuk kategori berbahaya. Tinggi gelombang laut 2,5 sampai 4 meter dengan kategori berbahaya berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas hingga Natuna, perairan utara dan selatan Jawa, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, perairan selatan Bali hingga Sumbawa, perairan Agats hingga Amamapere, perairan barat Yos Sudarso, perairan selatan Merauke, perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, serta perairan utara Halmahera.

    Tinggi gelombang laut dari 4 hingga 6 meter dalam kategori sangat berbahaya akan terjadi di beberapa wilayah yakni Laut Natuna Utara dan Laut Cina Selatan. Gelombang tinggi ini akan terjadi pada 1-3 Januari 2019.

    Baca: Angin Puting Beliung Melanda Panguragan Cirebon, Ini Kata BMKG

    Adapun, gelombang tinggi mencapai 2,5 sampai 4 meter dalam kategori berbahaya pada 4-6 Januari 2019 berpeluang terjadi di beberapa wilayah. Beberapa wilayah itu yakni di perairan barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, perairan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, perairan Kepulauan Kai hingga Aru, Laut Arafuru, perairan barat Yos Sudarso, perairan selatan Merauke, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, perairan utara Halmahera, serta perairan utara Papua Barat hingga Papua.

    Gelombang tinggi ini disebabkan adanya siklon tropis dari dua bibit siklon yang akan bertemu di wilayah Indonesia. Kondisi ini memunculkan pergerakan massa udara dari Asia ke Indonesia menguat. Selain menyebabkan gelombang tinggi, siklon tropis itu juga berdampak pada potensi angin kencang serta hujan lebat di beberapa daerah di Indonesia.

    Menurut Mulyono, warga harus berhati-hati terkait tingginya gelombang di beberapa perairan Indonesia. BMKG mengimbau warga yang berlibur akhir tahun di sekitar pesisir selatan Pulau Jawa tetap waspada akibat angin potensi angin kencang dan gelombang tinggi. "Diharapkan untuk tidak berlayar menuju laut lepas," ucap Mulyono.

    Selain itu, kata Mulyono, lembaganya mengimbau kapal-kapal nelayan tak melaut karena kondisi gelombang tinggi dan angin kencang. "Terutama perahu nelayan dan kapal-kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.