Amien Rais Ogah Tanggapi Pendiri PAN yang Minta Ia Mundur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tiba di gedung Nusantara V MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 29 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tiba di gedung Nusantara V MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 29 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan
    Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais enggan menanggapi desakan para pendiri yang memintanya mundur dari politik praktis.

    Baca: Ceramah Kebangkitan PKI - Pilpres, Amien Rais: Jangan Dikutip

    "Soal desakan itu bagi saya tak perlu untuk ditanggapi, karena sudah banyak yang menanggapi," kata Amien usai menjadi pembicara dalam Pengajian Refleksi Akhir Tahun yang digelar di masjid kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogya Senin 31 Desember 2018.

    Sebelumnya, lima orang yang terlibat dalam pendirian PAN melayangkan surat terbuka untuk Amien Rais. Kelima orang itu ialah Abdillah Toha, mantan penasihat Wakil Presiden 2009-2014; advokat senior Albert Hasibuan, sastrawan dan jurnalis senior Goenawan Mohamad, penyair dan tokoh budaya Toety Heraty, dan Zumrotin.

    Dalam pernyataan terbukanya, para pendiri PAN itu meminta Amien segera mundur dari politik praktis dan menyerahkan partai kepada generasi yang ada di bawahnya. Dengan alasan, Amien sudah tak lagi sejalan dengan prinsip-prinsip yang diusung PAN di saat awal pendiriannya.

    Amien mengatakan, polemik yang muncul akibat desakan agar dirinya mundur itu menurutnya secara pribadi sudah selesai. Amien justru saat ini menilai jika akan ada masa tertentu untuk dirinya menjelaskan lebih dalam soal desakan itu.

    "Buat saya (polemik soal desakan dirinya mundur) itu sudah selesai, kalau persoalan itu mau dibawa lagi, nanti ada waktunya," ujarnya. Amien mengatakan jika saat ini dirinya sedang menulis sebuah buku yang kelak akan bisa menjelaskan soal polemik itu.

    Dalam surat terbukanya, kelima pendiri PAN menyarankan Amien mundur dari politik praktis dan menempatkan dirinya sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri.

    Dalam pertimbangannya, kelima orang itu merasa perlu membuat pernyataan untuk mengingatkan komitmen pendirian PAN. Menurut mereka, PAN merupakan partai reformasi yang menjunjung kebebasan berpendapat dan demokrasi setelah 32 tahun berada di bawah kekuasaan Orde Baru yang korup dan otoriter.

    Mereka mengklaim PAN juga berasaskan Pancasila, partai modern yang bersih dari noda-noda orde baru, bertujuan menciptakan kemajuan bangsa, terbuka, inklusif memelihara kemajemukan, dan tidak memposisikan diri mewakili golongan tertentu. PAN, kata kelima orang ini, juga percaya dan mendukung setiap warga negara memiliki kedudukan sama di muka hukum, tidak mengenal mayoritas serta minoritas.

    Kelima orang ini pun menilai Amien tak lagi sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. "Kami mendapatkan kesan kuat bahwa Saudara Amien Rais, sejak mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, seringkali melakukan kiprah manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip itu."

    Simak: Fadli Zon Sebut Pengkritik Amien Rais Parasit Demokrasi

    Menurut mereka, Amien Rais semakin lama kian eksklusif dan tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politiknya. Amien juga dinilai malah bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang ingin mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.