Tujuh Curhat Masyarakat kepada Sandiaga Sepanjang 2018

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wapres Sandiaga Uno mengunjungi pabrik bulu mata PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga. Foto : Tim Sandiaga Uno

    Calon Wapres Sandiaga Uno mengunjungi pabrik bulu mata PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga. Foto : Tim Sandiaga Uno

    6. Turunnya Permintaan Genting Rumah

    Keluhan ini datang dari seorang pekerja perusahaan genting Sari Bumi bernama Wicaksono di Desa Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kepada Sandiaga, ia khawatir permintaan genting di Desa Weru sedikit menurun dan terancam dengan pengganti genting impor.

    "Sekarang agak menurun. Apalagi dengan keterbatasan alat. Juga banyak masuk genting impor," kata Wicaksono kepada Sandi.

    Menjawab keluhan itu, Sandiaga berujar ia bersama Prabowo Subianto akan fokus pada ekonomi rakyat. Ekonomi rakyat itu menurut Sandi seperti ekonomi yang menggerakkan desa dan ekonomi akar rumput seperti pemberdayaan sentra industri desa dan pertanian. "Jika tertata dengan baik akan tercipta lapangan kerja," ujar Sandi.

    7. Keluhan dari Joko Widodo

    Keluhan ini bukan datang dari Joko Widodo presiden RI saat ini, namun Joko Widodo seorang pengusaha cor logam dari Klaten, Jawa Tengah saat Sandi berkunjung ke Klaten , Sabtu, 29 Desember 2018 lalu. Kepada Sandi, Joko Widodo mengeluhkan sulitnya mendapat bahan baku untuk keperluan industri cor logam.

    "Para pengrajin cor logam di daerah ini Pak, kalau dolar naik, harga logam, bahan baku logam pun ikut naik. Belum lagi makin banyak impor. Ini yang membuat kami khawatir Pak, impor ancaman serius bagi industri cor logam kecil dan menengah,” kata Joko Widodo pada Sandi.

    Simak: Sandiaga: Setop Hamburkan Uang untuk Acara Seremonial

    Kepada Joko Widodo, Sandiaga mengatakan akan menggenjot produksi nasional. "Indonesia kaya. Tapi mengapa kok masih terus berutang dan impor. Jika berutang terus kita makin mudah didikte. Bangsa ini hanya akan menjadi penonton, bukan pemain,” kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.