Andi Arief: Jokowi Sumbangkan Matanya Untuk Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief seusai menghadiri perayaan hari jadi Partai Demokrat yang ke-17 dan ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono yang ke-69 di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Demokrat Andi Arief menyindir Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dinilai tidak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Hal tersebut diungkapkan aktivis 1998 itu membalas sindiran soal kasus penculikan 1998 yang membawa-bawa nama calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

    Baca: Novel Baswedan Sebut Banyak Pegawai KPK Alami Teror

    "Jika masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pembunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?," cuit Andi Arief lewat akun twitter-nya @AndiArief, kemarin.

    Menurut Andi, Jokowi lebih baik menyumbangkan matanya kepada Novel Baswedan karena selama ini hanya menutup mata terhadap kekerasan yang terjadi pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. 

    "Orang yang kejam itu adalah orang yang tahu dan punya kewenangan mengungkap masalah tetapi memilih diam. Dimana kejamnya? mementingkan jabatannya ketimbang keadilan," cuit anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi ini.

    Sudah setahun lebih sejak Novel Baswedan diserang orang tak dikenal pada April 2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan. Namun, hingga kini, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan.

    Simak: Ditanya Kasus Penganiayaan Novel Baswedan, Begini Jawaban Jokowi

    Koalisi masyarakat terus mendesak Presiden Jokowi mengungkap kasus penganiayaan itu dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan. Namun, Presiden Jokowi tak kunjung membentuk TPGF. Dia mengatakan, masih mempercayakan pengungkapan kasus tersebut kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.