Anggota Brimob Papua Gagalkan Penyelundupan Rusa Pulau Komodo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota Brimob Kepolisian Daerah Papua yang sedang bertugas di Nusa Tenggara Barat membongkar jaringan pemburu rusa dan kerbau yang beroperasi di Taman Nasional Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur pada Ahad, 30 Desember 2018. 

    Baca: Perayaan Tahun Baru 2019, Polri Sebut ada 1.904 Titik Pengamanan

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan, terungkapnya perbururan ilegal ini berawal saat anggota Brimob Polda Papua yang bertugas di Bima, Inspektur Dua Suriadin dihubungi warga sekitar terkait adanya bongkar muat hewan buruan. 

    "Bahwa telah terjadi kegiatan bongkar muat rusa dan kerbau, dengan jumlah rusa 100 ekor dan kerbau empat ekor, yang merupakan hasil buruan yang di tembak di Pulau Komodo," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Senin, 31 Desember 2018.

    Kemudian, Suraidin mendatangi tempat kejadian di Pantai Torowamba. Di sana, Suriadin meringkus salah seorang pelaku bernama Nurdin. Menurut Dedi, ada empat pelaku lain, namun mereka melarikan diri. 

    Berdasarkan keterangan pelaku, rusa dan kerbau itu berasal dari Pulau Komodo. Yang kemudian mereka bawa ke Nusa Tenggara Barat sebelum dijual. 

    Dalam penangkapan itu, pelaku bahkan sempat berusaha menyuap Ipda Suriadin. "Dengan memberikan rusa 10 ekor dan uang sebesar Rp 20 juta, tapi Ipda Suriadin tidak menggubris tawaran para pelaku," ujar Dedi. 

    Adapun Barang bukti yang diamankan di antaranya dua pucuk senjata api Mouser dan SS-1 yang sudah dimodifikasi beserta amunisi ukuran 5,56 sejumlah delapan butir. Barang bukti beserta para pelaku di serahkan kepada Kepolisian Sektor Sape untuk diusut lebih lanjut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.