Gelombang Tinggi Hingga 2 Januari, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Gelombang tinggi yang menghantam pantai selatan Yogyakarta mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan. ANTARA

    Petugas memantau ombak di Pantai Drini, Tepus, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Gelombang tinggi yang menghantam pantai selatan Yogyakarta mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan soal gelombang tinggi di banyak daerah yang berpotensi terjadi mulai hari ini, Ahad 30 Desember 2018 hingga Rabu 2 Januari 2019.

    Baca: BMKG: Waspadai Angin Kencang di DKI Jakarta

    "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Sub Bidang Analisa dan Prediksi Meteorologi Maritim BMKG, Zairo Hendrawan, dalam keterangan persnya, Ahad, 30 Desember 2018.

    Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh pola tekanan rendah 1003 hPa dan 1007 hPa di Samudaera Hindia selatan Bali, Laut Sulu, dan Laut Cina Selatan. Pola angin di utara Indonesia umumnya bergerak dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 30 knot. Sementara di selatan wilayah Indonesia umumnya angin bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot.

    Kecepatan angin tertinggi terpantau terjadi di Laut Cina Selatan, Perairan Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas, Selat Sunda, Perairan utara dan selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Perairan Yos Sudarso.

    Baca: Bocor Saat Cuaca Buruk Sebabkan Kapal Tenggelam di Pulau Seribu

    BMKG mengatakan terdapat risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, bahkan kapal besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar. Selain itu BMKG juga meminta agar masyarakat yang berada di pesisir untuk tetap waspada.

    Berikut daftar wilayah berpeluang gelombang tinggi:

    Gelombang 1,25 - 2,5 meter:

    1. Perairan Barat P. Simeulue - Kepulauan Mentawai
    2. Perairan Enggano - Bengkulu
    3. Samudera Hindia Barat Sumatera
    4. Perairan Selatan Bali - Sumbawa
    5. Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan
    6. Perairan Selatan Pulau Sumba
    7. Perairan Selatan Pulau Sawu - Pulau Rote - Kupang
    8. Laut Sawu - Selat Ombai
    9. Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara
    10. Selat Karimata
    11. Perairan Timur Kepulauan Bintan - Kepluauan Lingga
    12. Perairan Utara Pangkal Pinang
    13. Selat Gelasa
    14. Perairan Kepulauan Seribu
    15. Perairan Selat Kalimantan
    16. Perairan Kotabaru
    17. Perairan Kepulauan Kangean
    18. Laut Bali
    19. Selat Makassar Bagian Selatan
    20. Perairan Barat Sulawesi Selatan
    21. Laut Sumbawa
    22. Perairan Kepulauan Sabalana - Kepulauan Selayar
    23. Teluk Bone Bagian Selatan
    24. Perairan Kepulauan Baubau - Kepulauan Wakatobi
    25. Laut Flores
    26. Perairan Utara Flores
    27. Perairan Selatan Ambon
    28. Laut Banda
    29. Perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar
    30. Perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru
    31. Laut Arafuru bagian barat dan tengah
    32. Perairan Amamapare - Agats
    33. Laut Sulawesi Bagian Timur
    34. Perairan Kepulauan Sangihe
    35. Perairan Bitung - Manado
    36. Laut Maluku
    37. Perairan Utara Kepulauan Sula
    38. Perairan Barat dan Timur Kepulauan Halmahera
    39. Laut Halmahera
    40. Perairan Utara Papua Barat - Papua

    Gelombang 2,5 - 4,0 meter:

    1. Perairan Barat Lampung
    2. Selat Sunda Bagian Selatna
    3. Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Timur
    4. Perairan Selatan Banten - Jawa Timur
    5. Samudera Hindia Selatan Bali
    6. Perairan Utara Singkawang
    7. Perairan Utara Jawa Barat - Jawa Timur
    8. Laut Jawa
    9. Perairan Kepulauan Talaud
    10. Perairan Utara Halmahera
    11. Perairan Barat Yos Sudarso
    12. Laut Arafuru Bagian Timur
    13. Samudera Pasifik Utara Halmahera - Papua

    Gelombang 4,0 - 5,0 meter:

    1. Laut Natuna
    2. Perairan Kepulauan Anambas
    3. Samudera Hindia Selatan Jawa

    Gelombang lebih dari 6,0 meter:

    1. Laut Cinta Selatan
    2. Laut Natuna Utara
    3. Perairan Kepulauan Natuna


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.