Wagub Jabar Resmikan Bank Wakaf Mikro

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat meresmikan bersama Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Al-quran Cijantung dan Darussalam Ciamis, Sabtu, 29 Desember 2018. (Doc. Humas Pemrov Jabar)

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat meresmikan bersama Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Al-quran Cijantung dan Darussalam Ciamis, Sabtu, 29 Desember 2018. (Doc. Humas Pemrov Jabar)

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meresmikan bank wakaf mikro di Pondok Pesantren Al-quran Cijantung dan Darussalam Ciamis, Sabtu, 29 Desember 2018. Ia berharap, bank ini  mampu menjembatani antara masyarakat pengusaha mikro dengan para pemodal yang ada di wilayah Ciamis.

    Bank wakaf mikro adalah lembaga keuangan berlabel syariah. Wagub menuturkan, di dunia ada tiga sistem perekonomian yaitu liberal, sosialis, dan syariah. Pertengahan antara liberal yang selalu bebas dan sosialis yang selalu diatur oleh negara adalah ekonomi syariah.

    "Tdak terlalu liberal karena diatur oleh agama, dan tidak terlalu dikekang karena memang ada kebebasannya, itulah ekonomi syariah," ucapnya.

    Pemprov Jabar, kata Uum, sangat mendukung berdirinya bank wakaf mikro. Hal itu karena  sejalan dengan salah satu program Gubernur Jabar yaitu mewujudkan pesantren juara. Bila pesantren menghasilkan alumni yang menjadi ulama lagi, itu hal biasa. "Alumni menjadi ulama sekaligus pengusaha itu yang luar biasa. Mudah-mudah terakselerasi juga dengan adanya bank wakaf mikro ini," kata Uu.  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.