Ulama Banten Banggakan Ma'ruf Amin di Istighosah Korban Tsunami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Deklarasi dukungan Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta Timur pada Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Senin 5 November 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara istighosah dan doa bersama untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama atau Malnu, Pandeglang, Banten, Sabtu 29 Desember 2018.

    Baca juga: Respons Jokowi soal Video Viral Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas

    Saat membuka acara istighosah itu, Pimpinan Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama  TB Hamdi Ma'ani menyinggung bahwa ulama mampu menjadi pemimpin dan tidak perlu diragukan kemampuannya.

    "Ulama itu mampu menjadi pemimpin. Kiai tak perlu diragukan kemampuannya," ujar Hamdi selaku sahibul bait di lokasi acara.

    Menghela napas sejenak, Hamdi cepat-cepat menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bukanlah kampanye. "Ini bukan kampanye, ini do'a bersama," ujar pria yang menjabat Ketua MUI Kabupaten Pandeglang ini.

    Setelah menjelaskan berbagai kapasitas dan kemampuan Ma'ruf Amin dihadapan ratusan peserta acara yang hadir, Hamdi berharap Ma'ruf bisa menjadi pemimpin bangsa. "Dengan ijin Allah, Kiai Ma'ruf akan menjadi pemimpin bangsa," ujar dia.

    Sebelum acara, Hamdi menjamin bahwa acara tersebut tidak ada hubungannya dengan politik. "Tujuan dari kegiatan ini tidak lain hanya mendoakan para korban baik yang meninggal dunia dan harapan semoga segala amal perbuatannya diterima Allah dan husnul khotimah. Tidak ada politik," ujar dia.

    Acara istighosah diawali salat ghaib oleh para ulama dan kiai Banten untuk korban yang meninggal akibat bencana tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. Shalat ghaib tersebut dipimpin Mustasyar PBNU, Abuya KH. Muhtadi Dimyati di halaman Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Menes, Pandeglang, Banten. Ma'ruf tidak ikut salat ghaib karena terlambat.

    Setelah salat ghaib selesai dilaksanakan, Ma'ruf Amin tiba pada pukul 07.15. Acara inti istighosah tak langsung digelar, karena penyelenggara menunggu ratusan jemaah yang banyak belum tiba. Acara yang sedianya digelar pukul 07.30, molor digelar menjadi pukul 10.00.

    Baca juga: Jokowi dan Pramono Anung Makan Siang bersama Ma'ruf Amin

    Setelah melaksanakan shalat ghaib, Abuya Muhtadi langsung memimpin Istighosah bersama untuk mendoakan para korban tsunami Selat Sunda, khususnya di wilayah Banten.

    Selanjutnya, Ma'ruf Amin yang diundang ke acara tersebut memberikan tausiyah sekitar 20 menit dalam kegiatan tersebut. Sampai berita ini ditulis, Ma'ruf masih bertausiyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.