BNPB: Sejumlah Lokasi Pengungsian Belum Tertangani dengan Baik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menangis sambil menggendong anaknya saat berada di tenda pengungsian setelah rumahnya dihantam tsunami selat sunda di Labuhan, Banten, 25 Desember 2018. Hingga 26 Desember 2018  jumlah korban meninggal tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung mencapai 430 orang. REUTERS/Jorge Silva

    Seorang ibu menangis sambil menggendong anaknya saat berada di tenda pengungsian setelah rumahnya dihantam tsunami selat sunda di Labuhan, Banten, 25 Desember 2018. Hingga 26 Desember 2018 jumlah korban meninggal tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung mencapai 430 orang. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sejumlah lokasi pengungsian belum tertangani dengan baik. Beberapa wilayah masih butuh bantuan.

    Baca: Kata BNPB soal RSUD Serang Pungut Biaya Mayat Korban Tsunami

    "Meskipun kebutuhan logistik dan makanan terus dikirim, ada beberapa tempat yang butuh bantuan, terutama di Kecamatan Sumur dan Kabupaten Lampung Selatan," kata Sutopo di kantornya, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

    Sutopo menuturkan, pengungsian di Kecamatan Sumur belum tertangani dengan baik karena terkendala medan. Sebelum terjadi bencana, daerah tersebut memang sulit diakses lantaran jalannya yang rusak. Bencana memperparah kondisinya sehingga distribusi bantuan ke wilayah tersebut terhambat.

    Sementara bantuan di Kabupaten Lampung Selatan dibutuhkan setelah terjadi perpindahan pengungsi ke wilayah tersebut. Sutopo mengatakan, masyarakat di Pulau Sebesi dievakuasi ke Kecamantan Kalianda dan Rajabasa untuk mengantisipasi bencana susulan. Pasalnya, pulau tersebut merupakan pulau berpenghuni yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Jaraknya hanya 19,1 kilometer.

    Baca: RSUD Serang Pungut Biaya Mayat Enam Korban Tsunami Selat Sunda

    Enam hari pasca tsunami, BPNP mencatat 40.386 jiwa harus mengungsi. Mereka tersebar di lima kabupaten terdampak bencana yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pesawaran.

    Pengungsi terbanyak terdapat di Kabupaten Labuan yaitu sebanyak 6.774 orang. Kecamatan Angsana memiliki 5.150 jiwa yang mengungsi. Sementara di Kecamatan Sumur, Kecamatan Rajabasa, dan Kecamatan Kalianda yang membutuhkan bantuan masing-masing menampung 3.064 jiwa, 1.865 jiwa, dan 1.400 jiwa.

    Sutopo mengatakan bantuan mendesak yang dibutuhkan saat ini ialah alat berat, tenda pengungsi, genset dan BBM. Bahan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, air bersih dan pakaian juga sangat diperlukan. Kebutuhan mendesak lainnya adalah tenaga medis, sarana MCK, trauma healing, dan kantong jenazah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.