Polri Buka Peluang Periksa Ketua Umum PSSI soal Mafia Bola

Reporter

Editor

Amirullah

Sejumlah Bobotoh atau pendukung Persib Bandung melakukan aksi protes di depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 13 Oktober 2018. Aksi ini terkait sanksi yang diberikan oleh PSSI yang dianggap tidak adil. ANTARA/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri tak menutup kemungkinan akan memanggil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI Eddy Rahmayadi untuk dimintai keterangannya dalam kasus dugaan kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia.

Baca: Edy Rahmayadi Tanggapi Pemeriksaan Anggota Exco PSSI

"Ya tidak menutup kemungkinan. Nanti tergantung dari hasil pemeriksaan saksi dan tersangka," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 28 Desember 2018.

Hari ini, Satgas Antimafia Bola memeriksa tiga orang dari pihak PSSI. Mereka adalah Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Ketua Komisi Disiplin PSSI Asep Edwin dan mantan Anggota Executive Committe PSSI Hidayat. Dari ketiga saksi, baru Asep Edwin yang hadir.

Sedangkan, kata Dedi, Ratu Tisha akan datang pada pukul 16.00 WIB, dan Hidayat hingga saat ini belum ada informasi perihal kehadirannya.

Kasus skandal pengaturan skor di pertandingan sepak bola kembali muncul ke publik setelah diembuskan oleh Manajer Madura FC Januar Herwanto. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, agar timnya mengalah saat melawan PSS Sleman di Liga 2.

Baca: Kasus Pengaturan Skor, Sekjen PSSI akan Penuhi Panggilan Polri

Hidayat pun memutuskan mundur dari Exco PSSI setelah kasus dugaan pengaturan skor itu mencuat. Komdis PSSI hanya melayangkan sanksi kepada Hidayat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta, dan dilarang memasuki stadion selama dua tahun.

Dalam kasus ini, Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng, serta anggota Komisi Wasit bernama Priyanto dan anak perempuannya, Anik. Penetapan ketiga tersangka dilakukan setelah Polri memeriksa lebih dari 10 orang saksi sejak 21 Desember hingga hari ini, 28 Desember 2018.

Para tersangka akan dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, Pasal 5 Jo. Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).






Nugroho Setiawan Tanggapi Soal Terkuncinya Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan

8 jam lalu

Nugroho Setiawan Tanggapi Soal Terkuncinya Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan

Nugroho Setiawan merupakan salah satu anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan. Ia mantan pengurus PSSI yang pernah menjaga laga di Stadion Kanjuruhan.


Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

8 jam lalu

Penuhi Syarat dan Ketentuan Menerima BSU Tahap 4

Bantuan Subsidi Upah atau BSU merupakan bantuan senilai Rp 600 ribu yang diberikan pemerintah. Ini syarat penerima BSU tahap 4.


Liga 1 Dihentikan, Skuad Persib Bandung Tetap Berlatih

13 jam lalu

Liga 1 Dihentikan, Skuad Persib Bandung Tetap Berlatih

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, memutuskan skuadnya tetap berlatih kendati PSSI menghentikan kompetisi Liga 1.


Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

13 jam lalu

Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

Presiden Jokowi meminta Kementerian PUPR untuk mengaudit seluruh stadion yang dipakai Liga Indonesia imbas tragedi Kanjuruhan.


7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

15 jam lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Kata Ketua Umum PSSI Soal Banyak Pertandingan Besar Liga 1 Digelar Malam Hari

17 jam lalu

Kata Ketua Umum PSSI Soal Banyak Pertandingan Besar Liga 1 Digelar Malam Hari

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjelaskan salah alasan banyak pertandingan besar Liga 1 digelar malam hari adalah menyesuaikan jam siaran.


Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Akui Ada Masalah Siaran Televisi Dalam Penjadwalan Pertandingan

18 jam lalu

Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Akui Ada Masalah Siaran Televisi Dalam Penjadwalan Pertandingan

Ketua Umum PSSI mengakui polemik penjadwalan pertandingan BRI Liga 1 yang ramai dibicarakan setelah Tragedi Kanjuruhan karena masalah siaran televisi.


Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Liga 3 Ikut Dihentikan

18 jam lalu

Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Liga 3 Ikut Dihentikan

TGIPF dan Menpora sepakat Liga 3 ikut dihentikan akibat Tragedi Kanjuruhan.


Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

18 jam lalu

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

Polri menyatakan ada tambahan korban tragedi Kanjuruhan yang tidak dirawat di fasilitas kesehatan.


Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi ke Malang Untuk Bagikan Santunan Korban Hari Ini

19 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi ke Malang Untuk Bagikan Santunan Korban Hari Ini

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur hari ini. Bantuan sebesar Rp50 juta itu bakal diberikan untuk 125 korban.