Selimut dan Matras untuk Pengungsi Tsunami Masih Kurang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi bencana tsunami bertahan di sebuah lapangan fulsal yang dijadikan posko pengungsian Kemensos di Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. Hingga Selasa, 25 Desember 2018, posko ini menampung 135 keluarga dengan 552 jiwa TEMPO/Subekti.

    Pengungsi bencana tsunami bertahan di sebuah lapangan fulsal yang dijadikan posko pengungsian Kemensos di Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. Hingga Selasa, 25 Desember 2018, posko ini menampung 135 keluarga dengan 552 jiwa TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Lampung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini berfokus pada pemulihan daerah-daerah di Lampung Selatan, Provinsi Lampung yang terdapak bencana tsunami pada Sabtu, 22 Desember 2018.

    Baca: Ridwan Kamil Beri Nama Bayi Pengungsi Tsunami Selat Sunda

    "Pemerintah setempat saat ini tengah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang rusak untuk melakukan pemulihan lebih cepat lagi," kata Kepala BNPB Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei di Lampung Selatan, Kamis, 27 Desember 2018.

    Ia mengatakan, selama masa tangga darurat bencana, 23-29 Desember 2018, masih dilakukan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban bencana tsunami, baik di Banten maupun Lampung.

    Mengenai penanganan pengungsi, menurut dia, persediaan bantuan dari pakaian layak pakai sampai makanan dan obat-obatan sudah berlimpah. Namun, dia melanjutkan, untuk selimut dan matras, masih kekurangan. Karena itu, ia mengatakan pihaknya bakal segera memenuhi kebutuhan yang mendesak.

    Baca juga: Gubernur Klaim Sudah Kirim Logistik Pengungsi Tsunami, Faktanya

    Pada masa tanggap darurat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan relawan, sudah melakukan pembersihan puing-puing khususnya yang menumpuk di jalan raya. "Kami berharap pada masa tanggap darurat bencana ini kebutuhan korban bencana tsunami seluruhnya bsia terpenuhi, minimal kebutuhan dasarnya," tuturnya.

    Salah seorang pengungsi di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Jumani mengatakan rumahnya sudah rata dengan tanah. Tapi dia tetap merasa beruntung karena anggota keluarganya selamat.

    "Untuk bantuan Alhamdulillah mencukupi mulai dari pakaian, makanan, sabun dan lain-lain. Namun kami harus rela bersabar hidup di tenda pengungsian yang seadaanya seperti ini," kata Jumani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.