Polisi Tangkap Penyebar Video Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tersangka penyebar video calon wakil presiden Ma'ruf Amin berkostum sinterklas, asal Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dilimpahkan penanganannya ke Polda Aceh dari Polres Lhokseumawe.

    Baca juga: Ma'ruf Amin: MUI Tak Pernah Keluarkan Fatwa Larangan Ucapan Natal

    Pelimpahan penanganan terhadap tersangka berinisial S tersebut, dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Risky Adrian. Akan tetapi dirinya enggan menyebut lebih lanjut tentang persoalan tersebut, karena akan dilimpahkan ke Polda Aceh.

    "Dari hasil gelar perkara terhadap tersangka yang sudah dilakukan telah disampaikan kepada pimpinan dan karena melihat situasi dan kondisi serta kasus ini berdampak secara nasional, maka kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Aceh. Mengenai materi penyidikan dan pasal yang dikenai yang lebih berhak menyampaikan adalah Polda Aceh," kata Risky Adrian, Kamis, 27 Desember 2018.

    Risky mengatakan tersangka ditangkap di salah satu pesantren di Aceh Utara, saat sedang melakukan kegiatan di sana pada Rabu 26 Desember 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

    Polisi menangkap S karena dianggap melakukan tindak pidana yaitu meneruskan konten yang dapat menimbulkan rasa kebencian.

    "Setelah 24 jam kita lakukan pemeriksaan yang maksimal dan mendalam dan diakhiri dengan gelar perkara, maka yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan ditingkatkan ke proses penyidikan," kata Iptu Riski Adrian.

    Disebutkan oleh Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe itu bahwa pihaknya menerima laporan informasi dari Dir Cyber Bareskrim Polri, lalu selanjutnya melakukan penangkapan terhadap tersangka.

    Baca juga: Menolak Ucapan Selamat Natal, Ini Lima Kontroversi Ma'ruf Amin

    Sementara itu, salah seorang keluarga tersangka Tgk. Bahar, menyampaikan bahwa tersangka awam dengan persoalan politik dan tidak pernah terjun ke dunia politik.

    Oleh karena itu, pihak keluarga mengharapkan kepada pihak yang merasa dirugikan atas kasus penyebaran video Ma'ruf Amin berkostum Santa tersebut untuk memberi maaf dan pihak keluarga serta tersangka bersedia membuat pernyataan maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.