Ridwan Kamil Beri Nama Bayi Pengungsi Tsunami Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama istri saat mengjibur pengungsi tsunami delay Sunda, dan memberi nama Bayi. Instagram/Ridwankamil

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama istri saat mengjibur pengungsi tsunami delay Sunda, dan memberi nama Bayi. Instagram/Ridwankamil

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan dana kemanusiaan dari pemerintah provinsi Jawa Barat Rp 3 miliar untuk korban tsunami Selat Sunda di Lampung dan Banten. “Bantuan kemanusiaan pempov Jabar sudah diserahkan ke tiga kabupaten yakni Lampung Selatan, Serang, dan Pandeglang melalui kepala daerahnya masing-masing,” kata Ridwan Kamil dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis, 27 Desember 2018.

    Baca juga: Pramuka Kirim Anggota Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

    Ridwan Kamil menyerahkan bantuan tersebut langsung pada kepala daerah masing-masing saat mengunjungi lokasi bencana tsunami di tiga kabupaten tersebut hari ini, Kamis, 27 Desember 2018. “Masing-masing mendapat bantuan dana sebesar Rp 1 miliar dan bantuan logistik lainnya,” kata dia.

    Di Lampung Selatan, Ridwan Kamil mendatangi posko bencana di Kalianda, Lampung Selatan. Dia ditemani istrinya, Atalia Praratya Kamil, dan Kepala BPBD Jawa Barat Dicky Saromi. Bantuan uang untuk korban tsunami tersebut diserahkan pada Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

    “Untuk Lampung Selatan dari Pemprov Jabar saya menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk tanggap darurat sebesar Rp 1 miliar dalam bentuk uang yang nanti oleh tim dari sini silakan dibelanjakan untuk apa saja yang sekiranya 'urgent',” kata Ridwan Kamil.

    Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil sempat menemui korban tsunami yang mengungsi di posko bencana di Lapangan Tenis Indoor Jalan Raden Intan serta RSUD dr Bob Bazar di Kalianda, Lampung Selatan. Ridwan Kamil menjanjikan akan mengirim tim BPBD Jawa Barat dan tenaga kesehatan untuk membantu korban tsunami di Lampung Selatan.

    Dia juga menjanjikan akan menambah bantuan dana yang bersumber dari APBD Jawa Barat jika dibutuhkan. “Nanti dalam perjalanannya kalau bantuan ini masih kurang nanti silakan koordinasi dan akan kita tambah. Sumber dana ini dari APBD dana tidak terduga,” kata Ridwan Kamil.

    Selepas dari Lampung, Ridwan Kamil bersama istri dan Kepala BPBD Jawa Barat meneruskan perjalanan dengan menggunakan helikopter, untuk mengunjungi lokasi bencana tsunami Selat Sunda di Serang dan Pandeglang, Provinsi Banten. Di dua daerah tersebut, Ridwan Kamil menyerahkan bantuan serupa yang diterima kepala daerahnya masing-masing. Di Pandeglang misalnya, Ridwan Kamil menyerahkan Rp 1 miliar bantuan dana bantuan kemanusian pemprov Jawa Barat tersebut pada Bupati Pandeglang Irna Narulita.

    Di posko pengungsian korban tsunami di Pandeglang, Ridwan Kamil dicegat seorang ibu yang memintanya memberi nama pada anak laki-lakinya. Ridwan Kamil menamai bayi laki-laki itu Zaidan Kamil Galaputra. Ridwan Kamil sempat mengabadikan fotonya bersama sang istri yang tengah menggendong bayi laki-laki itu di akun Instagram pribadinya.

    Baca juga: Cerita Guru Korban Tsunami Selat Sunda Selamat Berkat Ponselnya

    "Itu nama yang saya berikan kepada bayi di pengungsian Pandeglang ini, Pas lagi menghibur dan menjenguk pengungsi, tiba-tiba seorang ibu meminta saya memberi nama anak lelakinya yang baru lahir. 'Harus ada Kamil-nya ya Pak Ridwan', kata si ibu," kata dia, dikutip dari postingan di akun Instagram Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengaku teringat nama pemain sepak bola terkenal asal Perancis, yang mengilhaminya memilihkan nama tersebut. "Pas gendong si bayi entah kenapa ke ingetan wae Zinedine Zidane. Jadi aja namanya Zaidan Kamil Galaputra. Galaputra adalah nama ayahnya. Semoga Zaidan ini besarnya jadi pemimpin yang membawa kemajuan (Zaidan) dan akan menjadi penolong kaumnya kelak," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.