Satgas Antimafia Bola Polri Tangkap Anggota Komite Eksekutif PSSI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Bobotoh atau pendukung Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 13 Oktober 2018. Mereka juga menuntut adanya revolusi dan reformasi di kepengurusan PSSI saat ini. ANTARA/Novrian Arbi

    Sejumlah Bobotoh atau pendukung Persib Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 13 Oktober 2018. Mereka juga menuntut adanya revolusi dan reformasi di kepengurusan PSSI saat ini. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri menangkap anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI Johar Lin Eng, Kamis, 27 Desember 2018. Johar ditangkap di Bandara Halim Perdanakusuma terkait kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola.

    Baca: Pengaturan Skor Sepak Bola: Hasil Tim 9 Disampaikan ke Bareskrim

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan, pihaknya melakukan penangkapan karena adanya sejumlah keterangan saksi dan alat bukti yang menunjukan indikasi kuat Johar Lin Eng terkait dugaan skandal pengaturan skor sepak bola.

    Baca: Penuhi Panggilan Polisi, Sekretaris Kemenpora Jawab 25 Pertanyaan

    "Nama JN muncul dari beberapa saksi yang diminta keterangan, penyitaan alat bukti dan analisis," kata Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 27 Desember 2018. Nantinya, Polri, akan langsung memeriksa secara insentif Johar Lin Eng.

    Johar Lin Eng ditangkap pada saat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.55 WIB. Saat itu, ia baru saja tiba di Solo dengan menggunakan pesawat Citilink QG-122.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.