MUI: Pertentangan Umat Islam di Pemilu 2019 Merugikan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memberi keterangan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo dalam membahas pengunduran diri sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Islam atau MUI menyatakan prihatin terhadap perkembangan perpolitikan yang menimbulkan perpecahan di Indonesia. Ia mengatakan pertentangan yang terjadi dalam Pemilu 2019 berlebihan dan merugikan.

Baca juga: MUI Bantah Membuat Spanduk Tolak Natal di Pangandaran yang Viral

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin dalam Pemilu 2019 menampilkan dua kelompok pendukung yang berinteraksi berlebihan. Saling mengejek, saling menghina. Perpecahan ini terjadi khususnya di umat Islam, dan dapat merugikan.

“Ini hanya akan rugikan umat islam dan akan ganggu bangsa dan ukhuwah islamiyah,” ujar Din pada Rapat Pleno Dewan Pertimbangan ke-33 di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat Rabu 26 Desember 2018.

Ia pun menyayangkan pemanggilan nama binatang antar pendukung kedua kubu pasangan calon Presiden-Wakil Presiden. Maksud Din adalah panggilan antar pendukung yang kerap menyebut satu sama lain dengan sebutan Cebong untuk pendukung Jokowi, dan Kampret bagi pendukung Prabowo.

“Panggilan nama binatang yang hanya turunkan harkat martabat manusia,” ujar mantan Ketua MUI Periode 2014-2015 ini.

Dewan Pertimbangan MUI juga menyerukan agar masyarakat menahan diri dan mengedepankan persatuan dalam hadapi sisa-sisa hari pemilu 2019. Ia pun mengatakan agar menyampaikan aspirasi sesuai kata hati tanpa harus menciptakan pertentangan. “Jangan agenda lima tahunan ini membuat persatuan kita terganggu,” ujar dia.

Baca juga: MUI: PSI dan Komnas Perempuan Cari Ribut soal Poligami

Dalam Rapat Pleno ke-33 yang mengangkat tema Sentral Muhasabah Umat Islam 2018 ini, juga mengangkat dua bahasan lainnya yakni pertama, musibah bencana yang belakangan terjadi. Kedua membahas perkembangan yang terjadi Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok, yang ditinggali oleh etnis Uighur dengan mayoritas penduduk muslim, dan terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia.



MUI



Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

10 hari lalu

Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

Istighosah serentak mendoakan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin itu diadakan di 40 kecamatan selama 4 hari berturut-turut.


Azyumardi Azra Meninggal, Anwar Abbas Sebut Pandangan Beliau Banyak Dijadikan Rujukan

10 hari lalu

Azyumardi Azra Meninggal, Anwar Abbas Sebut Pandangan Beliau Banyak Dijadikan Rujukan

Azyumardi Azra disebut menyuburkan budaya akademik dan ilmiah di kalangan akademisi dan mahasiswa UNI Syarif Hidayatullah


Kenaikan Harga BBM, Waketum MUI: Implementasi Ekonomi Pancasila, Bentuk Kemaslahatan

26 hari lalu

Kenaikan Harga BBM, Waketum MUI: Implementasi Ekonomi Pancasila, Bentuk Kemaslahatan

Waketum MUI menilai penyesuaian harga BBM bisa untuk kemaslahatan umat. Sebab, subsidi yang disiapkan akan menjadi jauh lebih tepat sasaran.


Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

28 hari lalu

Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

Dialog lintas agama ini dilakukan Muhammadiyah dan Ashoka Indonesia karena dampak perubahan iklim dan bencana tidak memandang agama


MUI Anggap Fatwa Untuk Atur BBM Bersubsidi Tak Perlu

33 hari lalu

MUI Anggap Fatwa Untuk Atur BBM Bersubsidi Tak Perlu

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menggap tak perlu adanya fatwa dari MUI untuk mengatur penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi (BBM).


Profil Dewi Novita, Camat Payakumbuh Timur Dimutasi karena Bergaya ala Citayam Fashion Week

49 hari lalu

Profil Dewi Novita, Camat Payakumbuh Timur Dimutasi karena Bergaya ala Citayam Fashion Week

Dewi Novita Camat Payakumbuh Timur harus mengalami mutasi jabatan karena konten ala Citayem Fashion Week yang diunggahnya diakun TikTok pribadinya.


Waketum MUI: Kasus Brigadir J Bisa Dijadikan Momentum Polri untuk Berbenah

49 hari lalu

Waketum MUI: Kasus Brigadir J Bisa Dijadikan Momentum Polri untuk Berbenah

Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Bharada E, Bripka RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo


Pernikahan Anak Anies Baswedan Hari Ini, Dihadiri Ulama hingga Quraish Shihab

29 Juli 2022

Pernikahan Anak Anies Baswedan Hari Ini, Dihadiri Ulama hingga Quraish Shihab

Nabil Al-Musawwa menilai ada rasa campur aduk yang dirasakan Anies Baswedan saat menikahkan putrinya.


63 Ormas Islam Deklarasi Al Mitsaq Al-Ukhuwah di Milad MUI, Antisipasi Pemilu 2024

27 Juli 2022

63 Ormas Islam Deklarasi Al Mitsaq Al-Ukhuwah di Milad MUI, Antisipasi Pemilu 2024

Sebanyak 63 ormas Islam mendeklarasikan Al Mitsaq Al-Ukhuwah atau Kesepakatan Persaudaraan dalam salah satu rangkaian acara Milad ke-47 MUI.


MUI Lebak Dalami Dugaan Penyebaran Paham Dewa Matahari

13 Juli 2022

MUI Lebak Dalami Dugaan Penyebaran Paham Dewa Matahari

MUI Kabupaten Lebak akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.