Pengaturan Skor, Satgas Anti Mafia Sepak Bola akan Panggil Pemain

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan video asisten wasit (VAR) dalam sepak bola. Mirror.co.uk

    Ilustrasi penggunaan video asisten wasit (VAR) dalam sepak bola. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta-Satuan Tugas atau Satgas Anti Mafia Sepak Bola berencana memanggil pemain terkait dugaan kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola Indonesia. Pemanggilan pemain diperlukan untuk pendalaman kasus.

    "Ya, diundang, kami akan undang dulu (pemain). Ini kan untuk mengklarifikasi informasi-informasi yang pernah dia (pemain) dapat, dia alami, dia dengar," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Desember 2018

    Baca: Polisi Periksa Sesmenpora dalam Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola

    Nama pemain yang kerap disebut di pusaran kasus adalah bekas bek Timnas Indonesia Maman Abdurrahman. Ia diduga terlibat dalam kekalahan Indonesia dengan Malaysia di Final Piala AFF 2010. Namun Dedi enggan berspekulasi terlebih dahulu dan saat ini polisi fokus melakukan penyelidikan awal.

    Penyelidikan, ujar Dedi, diawali dengan pemeriksaan pada sejumlah saksi. Pemeriksaan juga tidak terbatas pada liga tertentu, namun lebih pada persepakbolaan Indonesia secara menyeluruh.

    "Ini fokusnya untuk menggali aktor langsung yang menjadi pemain di lapangan dulu. Ya apalagi lebih kami fokuskan lagi siapa yang mengalami sebagai whistle blower untuk memperjelas dan menguatkan penyidik merumuskan konstruksi hukum," ujar Dedi.

    Simak: Satgas Anti Mafia Sepak Bola Selidiki Laporan Manajer Klub

    Kasus skandal pengaturan skor di pertandingan sepak bola kembali muncul ke publik setelah diembuskan oleh Januar Herwanto. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, agar timnya mengalah saat melawan PSS Sleman di Liga 2.

    Hidayat pun memutuskan mundur dari Exco PSSI setelah kasus dugaan pengaturan skor itu mencuat. Komisi Disiplin PSSI hanya melayangkan sanksi kepada Hidayat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta dan dilarang memasuki stadion selama dua tahun.

    Bareskrim Polri juga memeriksa empat orang sebagai saksi. Mereka adalah Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto yang diperiksa Rabu siang ini, serta Manajer Madura FC Januar Herwanto, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera, dan Sekjen BOPI Andreas Marbun pada pekan lalu. Ketiganya diduga memiliki informasi dan mengetahui seputar kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.