Bantu Korban Bencana Tsunami, Serang Keluarkan Cadangan Beras

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamiah, 60 tahun, warga Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, mencari uang Rp 100 ribu miliknya yang disimpan di saku sebuah baju pada Senin pagi, 24 Desember 2018. Baju tersebut telah tertimbun reruntuhan bangunan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Jamiah, 60 tahun, warga Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, mencari uang Rp 100 ribu miliknya yang disimpan di saku sebuah baju pada Senin pagi, 24 Desember 2018. Baju tersebut telah tertimbun reruntuhan bangunan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Serang -  Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menginstruksikan kepada Dinas Ketahanan Pangan di wilayahnya untuk segera mengeluarkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak empat ton beras untuk korban bencana tsunami di Anyar Cinangka. "Karena mereka sangat membutuhkan," kata Tatu di Serang, Selasa, 25 Desember 2018.

    Baca: BMKG Jelaskan Fenomema Alam Ganda Pemicu Tsunami di Selat Sunda

    Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten dan diharapkan segera didistribusikan ke wilayah Anyer Cinangka.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, rencananya bantuan tersebut difokuskan di Kecamatan Cinangka yang terdapat tujuh desa terdampak yakni Kamasan, Sindang Laya, Cinangka, Karang Suraga, Bulakan, Pasauran, Umbul Tunjung. Sementara di Kecamatan Anyer yakni Desa Cikoneng, tepatnya Pulau Sangiang.

    "Kami sinergikan dan koordinasikan agar bantuan yang masuk terdistribusi dengan baik, tepat kebutuhan dan tepat sasaran," katanya.

    Nana menjelaskan, pendistribusian bantuan tersebut akan melibatkan prajurit TNI dan kepolisian, serta didata lengkap oleh relawan PMI Provinsi Banten. "Bantuan yang dikirim harus melalui kepala desa terkait dan harus tercatat apa yang dibutuhkan pengungsi atau warga terdampak," ujarnya.

    Baca: Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG

    Nana menjelaskan, saat ini bantuan untuk korban bencana tsunami banyak yang masuk dari luar daerah cukup. Namun ia berharap bantuan berupa sembilan bahan pokok, alas tidur, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, kebutuhan bayi, serta selimut. "Semua bantuan yang masuk tidak kami tolak, kami catat, dan kami distribusikan sesuai dengan kebutuhan korban," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.