Polda Banten Identifikasi 208 Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan dibantu anjing pelacak melakukan pencarian korban tsunami Selat Sunda di sekitar penginapan di Pantai Carita, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. TEMPO/Subekti

    Tim SAR gabungan dibantu anjing pelacak melakukan pencarian korban tsunami Selat Sunda di sekitar penginapan di Pantai Carita, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Pandeglang - Kepolisian Daerah Banten telah mengidentifikasi 208 jenazah korban tsunami Selat Sunda yang dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang. Dari jumlah itu, 205 jenazah sudah dibawa oleh keluarga masing-masing. “Tinggal tiga jenazah yang belum belum diambil keluarga," kata juru bicara Polda Banten Ajun Komisaris Besar Edy Sumardi di Pantai Carita, Banten, Selasa, 25 Desember 2018.

    Baca: Wajah Pantai Carita setelah Diterjang Tsunami Selat Sunda

    Tiga jenazah yang masih berada di RSUD Berkah adalah M. Anwar Suwandu Halal, 33 tahun, warga Bekasi Timur, Rami Indra (40) warga Indramayu, dan Nurmala (35) warga Singkawang Kalimantan Barat. "Kami berharap keluarga mereka segera mengambil jenazah untuk dimakamkan,” katanya. Apabila jenazah itu tidak diambil keluarga, kata Edy, kemungkinan akan dimakamkan secara massal.

    Edy menambahkan, bersama tim relawan, kepolisian terus menyisir kawasan pantai untuk menemukan korban tsunami. Saat ini proses evakuasi difokuskan di Kecamatan Sumur karena jumlah korban yang hilang cukup banyak.

    Baca: Dua Anggota Rombongan RSUD Tarakan Korban Tsunami Belum Ditemukan

    Selain itu, kata Edy, kepolisian juga membantu menyalurkan bantuan logistik dari berbagai elemen masyarakat maupun perusahaan swasta. Penyaluran logistik itu disebar ke tempat pengungsian korban tsunami Selat Sunda. "Kami mengapresiasi bantuan logistik dari masyarakat, sehingga kebutuhan korban tsunami dapat dipenuhi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.