Menkes: Stok Obat untuk Korban Tsunami Selat Sunda Mencukupi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi bencana tsunami bertahan di sebuah lapangan fulsal yang dijadikan posko pengungsian Kemensos di Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. Hingga Senin sore, jumlah korban jiwa mencapai 373 orang, 1.459 orang luka-luka dan 128 orang masih dinyatakan hilang. TEMPO/Subekti.

    Pengungsi bencana tsunami bertahan di sebuah lapangan fulsal yang dijadikan posko pengungsian Kemensos di Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa, 25 Desember 2018. Hingga Senin sore, jumlah korban jiwa mencapai 373 orang, 1.459 orang luka-luka dan 128 orang masih dinyatakan hilang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan stok obat untuk para korban bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mencukupi.

    Baca: BNPB Perkirakan Tinggi Tsunami Selat Sunda Mencapai 5 Meter

    "Obat-obatan cukup. Tadi saya sudah lihat. Kalau pun kurang, Dinas Kesehatan selalu menyiapkan," kata Nila saat mengunjungi korban tsunami di Lampung Selatan, Selasa, 25 Desember 2018. Nila menambahkan, kalaupun kurang, pemerintah pusat punya buffer stock. Karena itu, para korban diminta tidak perlu khawatir soal obat.

    Nila juga meminta korban yang tinggal di tempat pengungsian untuk tetap menjaga hidup sehat. Sebab, tinggal di pengungsian rentan terkena sakit saluran pernapasan (ISPA). "Kalau tidur di daerah pengungsian, di udara terbuka, kena hujan, penyakit ISPA tidak bisa dihindarkan," ujar Nila.

    Baca: Wajah Pantai Carita setelah Diterjang Tsunami Selat Sunda

    Dia berharap korban tidak depresi atas musibah yang dialami dan menyarankan mereka untuk menyibukkan diri, misalnya dengan mengobrol satu sama lain.

    Empat menteri Kabinet Kerja, yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, serta Menteri Sosial Agus Gusmiwang Kartasasmita meninjau para korban tsunami di Kabupaten Lampung Selatan. Pusat Posko Bencana Kemensos di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, merupakan lokasi pertama kali yang dikunjungi oleh rombongan menteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.