Soal Instruksi Selamat Natal, PSI: Banyak Keluhan Kawan Kristiani

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PSI Grace Natalie (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) dan Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta Pusat, 15 Desember 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PSI Grace Natalie (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) dan Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta Pusat, 15 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Raja Juli Antoni mengungkapkan alasannya mengeluarkan instruksi bagi kader muslim untuk mengucapkan selamat Natal.

    Baca: PSI Instruksikan Kader Muslim Ucapkan Selamat Natal

    "Kawan-kawan Kristiani kami banyak yang mengeluh, dulu sangat biasa mendapatkan ucapan selamat Natal dari kawan-kawan muslim, tapi sekarang menjadi bahan langka," kata Raja Juli kepada Tempo, Selasa, 25 Desember 2018.

    Raja Juli melanjutkan, "Saya tidak tahu kenapa itu terjadi. Mungkin gelombang kebencian terhadap 'yang lain' menyebabkan umat Islam kehilangan 'Islam yang dulu' itu."

    Menurut Raja Juli, PSI merupakan partai yang memperjuangkan toleransi. Ia berharap kader PSI, terutama yang muslim, dapat memperkuat tradisi toleransi dan tidak memiliki beban sekadar mengucapkan selamat Natal.

    Berikut instruksi lengkap PSI untuk mengucapkan selamat Natal.

    1. Atas nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saya mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Semoga spirit Natal membawa damai di Indonesia.

    Baca: Beda Pandangan soal Poligami dan Perda, 4 Kader PSI Dinonaktifkan

    2. Saya instruksikan kepada seluruh anggota, kader, pengurus, dan caleg PSI yang beragama Islam agar mengucapkan selamat Natal dan bersilaturahim kepada kawan-kawan beragama Kristen dari partai mana pun, dan dari pendukung capres siapa pun. Jadikan Natal sebagai momentum mempererat ikatan kebangsaan kita yang nampaknya mulai tercabik-cabik.

    3. Sepanjang pengetahuan dalam memahami Islam, mengucapkan Natal merupakan bagian dari "mu'amalat" (urusan interaksi sosial), bukan bagian dari "ibadah" (ritual) sehingga mestinya muslim tidak ada halangan teologis untuk mengucapkan natal.

    4. Bila merujuk kepada fatwa MUI di tahun 1981 yang ketika itu diketuai oleh Prof. Dr. Buya Hamka mengenai Natal, maka yang dilarang adalah mengikuti perayaan atau misa Natal, bukan mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani.

    Tonton video PSI instruksikan kader Muslim ucapkan selamat Natal disini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.