3 Menteri Kunjungi Korban Tsunami di Lampung Selatan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di ruang Badan Sidang Badan Anggaran DPR, Jakarta, 5 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di ruang Badan Sidang Badan Anggaran DPR, Jakarta, 5 September 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, mengunjungi korban tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, Selasa, 25 Desember 2018.

    Baca: 2.500 Orang di Lampung Mengungsi Akibat Tsunami Selat Sunda

    Pusat Posko Bencana Kemensos RI di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa merupakan lokasi pertama kali mereka kunjungi. Seusai meninjau posko, Puan menyampaikan pemerintah masih menunggu data dan masukan dari pemerintah daerah, apakah korban tsunami yang rumahnya rusak perlu direlokasi atau dibangunkan di daerah semula.

    "Perlu ada pendataan dan masukan dari pemerintah daerah, karena jangan sampai kita membangun rumah di tempat yang sama, bisa kembali terkena gempa dan tsunami," kata Puan.

    Untuk korban meninggal, pemerintah akan memberikan santunan kepada ahli waris mereka. "Santunannya per orang Rp 15 juta," katanya.

    Baca: Tsunami Selat Sunda, 75 Warga Lampung Meninggal

    Menurut Puan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan langkah tanggap darurat selama satu minggu dan langkah ini bisa diperpanjang setelah satu minggu berjalan.

    Ketiga menteri itu selanjutnya meninjau lokasi terdampak tsunami terparah di desa setempat, setelah posko. Ikut bersama para menteri itu, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Purwadi Arianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?