Jenazah Korban Tsunami Selat Sunda Membusuk di RSUD Pandeglang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat kantong jenazah korban tsunami selat Sunda saat mencari keluarganya di Panimbang, Pandeglang, Banten, 23 Desember 2018. REUTERS/Adi Kurniawan

    Warga melihat kantong jenazah korban tsunami selat Sunda saat mencari keluarganya di Panimbang, Pandeglang, Banten, 23 Desember 2018. REUTERS/Adi Kurniawan

    TEMPO.CO, Pandeglang - Sebanyak 84 jenazah korban bencana tsunami Selat Sunda, Sabtu malam, 22 Desember 2018,  membusuk di RSUD Berkah, Pandeglang, Banten. "Semua jenazah itu belum teridentifikasi dan kondisinya sudah sulit dikenali keluarga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Sentani saat ditemui di Posko Utama Bencana Tsunami, Labuan, Pandeglang, Selasa, 25 Desember 2018.

    Menurut Dewi, pengelola RSUD Berkah Pandeglang tidak memiliki fasilitas lemari pendingin mayat dengan jumlah kapasitas banyak. Saat ini, jenazah disimpan di ruangan tanpa pendingin sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

    Baca: Menembus Kecamatan Sumur yang Diterjang ...

    Kondisi jenazah sudah tiga hari terakhir tentu sudah membusuk dan berubah warna,sehingga petugas sulit melakukan identifikasi. "Kami mengusulkan kepada petugas agar jenazah yang tidak dikenali itu difoto agar bisa diketahui ciri-cirinya oleh keluarga mereka.”

    Menurut Dewi, apabila jenazah itu lebih dari sepekan tidak diambil oleh keluarganya, sebaiknya dimakamkan secara massal.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda ...

    Dewi meminta Kementerian Kesehatan dapat membantu menyalurkan alat kontainer pendingin untuk menyimpan jenazah yang bisa menampung dengan jumlah banyak. "Kami mendesak bantuan container pendingin segera disalurkan ke RSUD agar bisa menampung jenazah itu."

    Ia memperkirakan jenazah masih akan bertambah, karena beberapa titik yang terdampak tsunami Selat Sunda belum ditemukan dan hilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?