Dini Hari, Terjadi Guguran Lava Pijar Gunung Merapi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG mencatat Gunung Merapi memuntahkan lava pijar. Akun Twitter resmi lembaga tersebut melansir, guguran lava pijar gunung yang berlokasi di Jawa Tengah itu, terjadi pada pukul 00.11.

    Baca juga: Kubah Lava Merapi Tumbuh Stabil, Pendakian Belum Diizinkan

    Hal itu teramati dari stasiun CCTV Deles. "Terjadi guguran lava pijar di #merapi jam 00.11 WIB teramati dari stasiun CCTV Deles dengan jarak luncur 300 meter," tulis BPPTKG lewat akun Twittter @BPPTKG, Selasa, 25 Desember 2018.

    BPPTKG melihat arah guguran lava pijar tersebut mengarah ke hulu Kali Gendol. "Tingkat aktivitas #Merapi Waspada atau level 2," cuit BPPTKG.

    Sebelumnya diketahui pertumbuhan volume kubah lava Gunung Merapi mencapai 370 ribu meter kubik hingga 19 Desember 2018. Per hari, pertumbuhan kubah lava mencapai 2.000 meter kubik.

    Luncuran guguran lava juga terekam semakin jauh hingga satu kilometer, padahal beberapa hari sebelumnya hanya mencapai 300 meter menuju arah Kali Gendol atau ke arah tenggara.

    “Pada tanggal 21 Desember 2018 pukul 12.21 WIB telah terjadi guguran lava ke hulu Kali Gendol dengan durasi 129 detik dan jarak luncur diperkirakan sejauh satu kilometer berdasarkan durasi data seismik,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida pada Jumat, 21 Desember 2018.

    Baca juga: Kubah Lava Merapi Mulai Runtuh, PVMBG: Kosongkan Radius 3 Km

    Hanik mengatakan amplitudo guguran lava itu mencapai 71 milimeter. Pada saat kejadian, cuaca di sekitar Gunung Merapi berkabut.

    Menurut catatan Badan Geologi, pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi saat itu yang sebesar 2.000 meter kubik, masih tergolong dalam kategori rendah. Status gunung api aktif itu pun masih pada level II atau waspada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.